4 Tipe trader dalam trading saham, kamu yang mana?

Trader saham adalah seseorang yang melakukan jual beli saham dan menempatkan dananya dalam jangka pendek. Ada 4 tipe trader dalam proses trading yang biasa kita jumpai.

Masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kelemahan, serta porsi resiko yang berbeda. Bagaimana menempatkan dirimu dalam 4 tipe trader ini harus kamu sesuaikan dengan kemampuan dan profil resiko yang bisa kamu tanggung.

Tujuannya adalah agar kamu bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal namun dengan resiko seminimal mungkin. Terlebih saham adalah investasi high risk yang memerlukan trading plan matang.

Tipe trader: scalper

Scalper trader. Foto: Pinterest

Tipe trader pertama adalah scalper yang merupakan trading dalam dengan jangka waktu sangat singkat. Dalam transaksi bursa seorang scalper bisa membuka dan menutup transaksi bahkan hanya dalam hitungan detik, menit, atau jam.

Bukan sembarang orang bisa digolongkan dalam scalper. Teknik ini biasanya dikuasi oleh orang-orang tertentu yang profesional dan memiliki modal besar, serta pengaruh yang besar dalam pergerakan harga saham. Biasanya mereka yang melakukan scalper adalah bandar MG, YP, dan lain-lain.

Senjata utamanya scalper adalah analisa teknikal dengan bantuan minute chart dan hourly chart. Dengan bantuan grafik ini, trader bisa mendapatkan profit yang besar dalam waktu singkat jika analisis dan strategi yang dilakukan tepat.

Tentu saja jika analisis yang dilakukan meleset jumlah keuntungan akan berkurang. Bahkan tidak menutup kemungkinan seorang scalper merugi.

Tipe trader: day trader

Dibawah scalper ada day trader yang menutup transaksinya di akhir jam bursa. Keuntungannya adalah titik resistance dalam day trader lebih jauh, sehingga per transaksi kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Ketika memutuskan untuk menjadi day trader kamu harus memutuskan akan menjual saham walaupun hasilnya adalah rugi. Karena itu kamu harus memiliki bekal analisa yang akurat seperti scalping.

Tipe trader: swing trader

Trader yang melaukan transaksinya dalam jangka waktu singkat hingga menengah adalah swing trader. Kategori trader ini bisa membuka dan menutup transaksinya dalam mingguan, hingga bulanan.

Tidak hanya berbekal analisis tenikal, swing trader juga memililki bekal analisa fundamental sebagai senjata agar tidak salah masuk dalam saham bobrok dan memungkinkan terjadinya kerugian besar.

Dibandingkan dua tipe trader sebelumnya, menjadi swing trader memungkinkan kamu mendapatkan profit yang lebih besar per transaksi. Namun tentu dengan jangka waktu yang lebih panjang.

Tipe trader: position trader

Position trader adalah tipe trader yang membuka dan menutup transaksi dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Bisa dalam waktu harian, mingguan, atau bulanan.

Sama dengan tipe trader sebelumnya, position trader juga memiliki bekal analisis tenikal dan fundamental dengan bantuan grafik daily chart, weekly chart, dan monthly chart.

Ciri-ciri trader yang menggunakan tipe ini adalah selalu mengikuti tren sebuah saham. Di mana seorang position trader akan membeli saham di area support, dan menjualnya lagi saat nantinya menembus support tertingginya.

Untuk tips bisnis inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika. (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button