Apa yang menyebabkan harga Bitcoin naik? Pemilik aset penting paham

Harga Bitcoin sebagai cryptocurrency peringkat 1 di dunia sudah pasti jauh berbeda dibandingkan dengan Ethereum sekalipun yang menduduki peringkat 2. Namun nilai Bitcoin tidak stabil dan menunjukkan naik turun. Sebagai pemegang Bitcoin, pasti sering tidak bisa tidur nyenyak bila menjadi ini sebagai investasi satu-satunya. Dilansir dari Independent bahwa platform teknologi tersebut bisa memberikan support yang baik dalam minggu ini. Apa yang menyebabkan harga Bitcoin naik? Kamu perlu cek di sini.

Faktor apa yang menyebabkan harga Bitcoin naik?

Harga Bitcoin sepekan yang lalu sempat ajek di posisi $30.000. Lalu kembali naik dalam beberapa hari ke depan menjadi $40.000. Nilai yang ditunjukkan di pasar sampai hari ini juga masih belum stabil. Bergantian naik dan turun, terutama setelah Elon Musk mengatakan sesuatu tentang investasinya di Bitcoin. MIsalkan saja kabar yang sempat heboh saat Elon Musk banyak memberikan cuitian tentang Bitcoin dan berinvestasi terhadapnya. Maka nilainya menjadi naik pesat. Sedangkan nilainya turut amblas drastis setelah dia melarang pembelian Tesla menggunakan Bitcoin.

Bitcoin. Foto: Unsplash

Kenaikan yang membuat cryptocurrency tersebut naik ke posisi $40.000 disebabkan oleh Pemerintah Amerika Serikat yang memperbolehkan bursa dan banyak instansi bertransaksi menggunakannya. Nilainya membuat melonjak drastis hanya dalam waktu beberapa hari.. Banyak investor yang kembali percaya terhadap kiprah dari Bitcoin sebagai sarana transaksi. Sedangkan data yang diperoleh dari Independent satu hari yang lalu, nilai Bitcoin sempat kembali turun sejenak 1,2%-2%. Namun penurunan Bitcoin tidak mempengaruhi cryptocurrency seperti Cardano ADA dan maupun Ethereum.

Berdasarkan analisa data justru kedua crypto tersebut sedang mengalami perbaikan nilai, meskipun nilainya tidak setinggi Bitcoin. Level harga satu koin untuk Ethereum adalah $2.000 – $3.000. Sedangkan tingkatan harga untuk Cardano ADA jauh lebih rendah lagi yakni $1,37. Sampai sekarang pemilik Bitcoin masih harus kembang kempis. Belum bisa mendapatkan untung sepenuhnya, terutama bagi pemilik yang baru bergabung. Belum diketahui kondisi stabil akan berakhir sampai kapan.

Walaupun sebagian ahli menilai ada kemungkinan Bitcoin bisa terus berkembang mencapai $250.000 hingga 2022, tapi itu semua baru sekedar prediksi. Seorang ahli pun bisa meleset perhitungannya, karena tidak ada yang pernah tahu persis apa yang akan terjadi terhadap Bitcoin yang tidak punya penjamin apapun. Berbeda dengan mata uang suatu negara yang ada jaminannya. Jadi jangan gegabah dalam memutuskan ingin berinvestasi di dunia cryptocurrency.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button