Beban psikologis saat merintis usaha, awas bisa bikin gagal

Kegagalan usaha bukan hanya bisa terjadi karena masalah operasional bisnis saja. Beban psikologis saat merintis usaha juga bisa menjadi salah satu masalah atau tantangan yang harus ditanggung oleh pebisnis.

Seringkali masalah psikologis ini justru akan sangat mengganggu dan mempengaruhi pelaku bisnis dalam proses pengambilan keputusan. Biasanya masalah beban psikologis ini akan lebih sering ditemukan pada wirausahawan yang sedang dalam masa pengembangan bisnis. Yuk belajar macam-macam beban psikologis saat merintis usaha dan mengetahui cara mengatasinya!

Ada beban psikologis saat merintis usah. Foto: Pixabay
Ada beban psikologis saat merintis usah. Foto: Pixabay

Macam beban psikologis saat merintis usaha

Ketidakpastian

Menjadi pengusaha berarti kita siap dengan kondisi ketidak pastian. Ketidak pastian omset, pengembangan bisnis, dan masih banyak lagi. Namun ada kalanya pelaku usaha memiliki beban psikologis ketidakpastian bahkan setelah memutuskan untuk terjun dalam sebuah bisnis.

Biasanya masalah ketidakpastian ini dipicu oleh kurangnya informasi yang didapatkan saat riset pasar. Atau, strategi yang ditetapkan ternyata tidak cukup cocok dan tidak berjalan mulus sebagaimana yang kita bayangkan.

Sebenarnya hal ini wajar dan cukup banyak terjadi. Bahkan bisnis resto Lele Rangga Umara dalam beberapa bulan pertamanya dulu mendapat kerugian yang cukup besar. Ketika kamu berada di posisi ini, coba lakukan evaluasi bisnis atau konsultasikan kepada senior bisnis untuk mendapatkan masukan.

Ketidakstabilan

Ada beban psikologis saat merintis usah. Foto: Pixabay
Ada beban psikologis saat merintis usah. Foto: Pixabay

Tidak ada bisnis yang stabil. Dari omset penjualan, minat konsumen, dan masalah yang terjadi dalam bisnis. Kalau kamu berharap bisnis selalu stabil sebagaimana hidup sebagai PNS, kamu salah besar.

Terjun menjadi pengusaha membuatmu harus siap dalam segala ketidakpastian yang kamu temukan di lapangan. Mungkin saja di awal launching bisnismu akan di luar ketidakpastian pada masa awal startup, biasanya ketidakstabilan akan melekat mengalami peningkatan minat konsumen. Kondisi ini mungkin saja akan berlanjut dalam titik tertentu, hingga pada suatu titik grafik minat konsumen akan mengalami penurunan karena kejenuhan.

Bisnis ibarat roller coaster ride. Suatu ketika kamu akan dibawa terbang, namun mungkin akan dijungkir balikkan. Jika ingin bisnis bisa tetap dalam kondisi prima, kamu harus melakukan perbaikan strategi secara continue dan melakukan inovasi.

Keseimbangan

Sebagai pebisnis kamu memiliki jam kerja tidak terbatas. Di setiap waktu pun kamu dituntut untuk terus berfikir tentang cara mengembangkan bisnis dan membuatnya terus berada dalam kondisi prima.

Kondisi ini akan diperparah dengan banyaknya pekerjaan yang harus kamu tangani sendiri karena kurangnya SDM. Akhirnya kamu akan kehilangan keseimbangan untuk menciptakan kebahagiaan dalam dirimu sendiri dan mengorbankannya untuk bisnis. Tapi tenang saja, semuanya kelak akan terbayar dengan kesuksesan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button