Biografi Alexander Tedja, dari film kini jadi raja properti

Alexander Tedja. Orang menyebut raja properti dari Surabaya. Bisnisnya menggurita lewat bendera Pakuwon Group. Dari Tunjungan Plaza hingga Kota Kasablanka di Jakarta.

Dialah sosok yang dinilai menakjubkan dunia bisnis. Real estate elite Tunjungan Plaza, Gandaria City, Blok M Plaza, hingga Kota Kasablanka, semua berada dalam kendali perusahaannya.

Tak heran jika dia menjadi orang terkaya ke-27 di Indonesia versi majalah Forbes 2020 dengan kekayaan yang jumlahnya mencapai US$1,19 miliar atau setara dengan Rp16,7 triliun.

Bagaimana Alexander menjadi raja properti yang sukses?

Berawal dari industri perfilman

Alexander Tedja memiliki darah dari tanah kelahiran Medan. Raja properti ini lahir pada 22 September 1945.

Mengawali kariernya sebagai pengusaha di bidang perfilman dan bioskop sejak 1972. Dari situs filmindonesia.or.id, dia tercatat memproduseri hingga sembilan film.

Alex kemudian mulai ekspansi ke bisnis properti. Baginya, properti jauh lebih menarik dibandingkan dengan dunia perfilman.

Tunjungan Plaza sebagai properti pertama Alexander Tedja

Raja properti ini mulai masuk ke dunia properti pada 1982, melalui perusahaan yang saat ini dikenal PT Pakuwon Jati Tbk. Mulanya, ia membeli sebidang tanah yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Dengan tanah tersebut ia memulai proyek Tunjangan Plaza I yang beroperasi pada tahun 1986.

Tunjungan Plaza Surabaya. Foto: Pakuwon Jati
Tunjungan Plaza Surabaya. Foto: Pakuwon Jati

Akhirnya listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 1989. Setelah itu, ada berbagai proyek pengembangan Tunjungan Plaza hingga akhirnya melahirkan Tunjungan City Superblock pada tahun 1996.

Kelancaran bisnis propertinya tersebut telah memuluskan proyek-proyek berikutnya seperti Pakuwon Mall Superblock yang mulai dikembangkan pada tahun 2002.

Dia kemudian semakin gencar lagi untuk melakukan ekspansi dan sejumlah akuisisi dengan mendirikan PT Pakuwon Permai pada tahun 2003.

Kokas, salah satu koleksi properti Alexander Tedja

Selain semua yang diraih di atas, raja properti ini juga mengelola beberapa aset properti di Jakarta yang tak kalah cemerlang. Pakuwon Group memiliki 99,99% saham Kota Kasablanka (Kokas) Superblock yang diresmikan pada 28 Juli 2012.

Pakuwon Group juga mengakuisisi 83,3% saham PT Arisan Wahyu yang merupakan pengembang Gandaria City Superblock pada 2007.

Kota Kasablanka Jakarta. Foto: Pakuwon Jati
Kota Kasablanka Jakarta. Foto: Pakuwon Jati

Nekat ekspansi di tengah pandemi

PT Pakuwon Permai tetap melakukan berbagai aksi akuisisi properti di tengah pandemi. Properti yang dibelinya adalah 2 pusat perbelanjaan yaitu Hartono Mall Yogyakarta dan Hartono Mall Solo. Kabarnya Hartono Mall Yogyakarta adalah pusat perbelanjaan terbesar di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selain itu juga hotel Marriot di Yogyakarta yang nilainya mencapai 1,35 Triliun dari perusahaan tekstil Duniatex.

Strategi ekspansi oleh raja properti

Kenekatan di atas tentu memiliki dasar dan ilmunya yang diyakini Alex Tedja. Ia memiliki strategi khusus mencapai hal tersebut.

Strategi yang ia gunakan untuk memperbesar Pakuwon Group adalah dengan memilih lokasi yang pas dalam rangka ekspansi bisnis properti.

Starteginya bukan mengincar lahan di kawasan Central Business District (CBD) yang harganya cukup fantastis, tetapi ia mencari lokasi dekat CBD dimana harganya masih bersahabat dan dapat menciptakan center of growth yang baru.

Untuk berita bisnis inspiratif lainnya, silakan ikuti terus Bisnika.com atau ikuti IG kami di @Bisnika.Media. (TCT/HSP)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button