Bukalapak : unicorn pertama yang listing di bursa

Manusia tidak luput dari kebutuhan primer maupun sekunder sehingga banyak orang berlomba – lomba untuk menyediakan layanan yang serba digital, salah satunya bukalapak. Bukalapak merupakan salah satu situs belanja di Indonesia yang menyediakan berbagai kebutuhan primer maupun sekunder seperti makanan, pakaian, maupun aksesoris. Bukalapak menjadi perhatian bagi kalangan masyarakat terutama para pelaku pasar modal. Hal ini karena bukalapak akan menjadi unicorn pertama yang listing di Bursa Efek Indonesia. Saham Bukalapak masuk IPO.

Bukalapak. Foto: Pinterest

Saham Bukalapak

Listing bukalapak di Bursa Efek Indonesia akan diperkirakan pada tanggal 29 Juli 2021. Ketertarikan terhadap saham bukalapak ditunjukkan pada penawaran saham perdana pada tanggal 23 Juli hingga 27 Juli 2021 dengan harga Intial Public Offering (IPO) sebesar Rp 850 per lot. Permintaan terhadap saham bukalapak sangat di luar ekspektasi karena jumlah yang disediakan oleh pihak perusahaan sangat terbatas.

Selain itu, tujuan listing bukalapak di bursa disebabkan perusahaan ingin mengembangkan bisnis di bidang lain. Di sisi lain, bukalapak memiliki kondisi keuangan yang cukup buruk dikarenakan memiliki kerugian yang cukup tinggi. Dalam laporan keuangannya yang dirilis selama 3 tahun terakhir tercatat bahwa kerugian bukalapak pada tahun 2018 sebesar Rp 2,2 triliun, kemudian meningkat pada tahun 2019 sebesar Rp 2,8 triliun dan pada tahun 2020 mengalami penurunan kerugian sebesar Rp 1,3 triliun.

Saham IPO merupakan saham yang memiliki kesulitan dalam hal menganalisa terutama teknikal. Akan tetapi investor dapat menganalisa saham IPO seperti bukalapak dari segi fundamental maupun prospek perusahaan dalam jangka panjang. Di era yang serba digital, tentunya bukalapak memiliki peran dalam memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya sehari – hari.

Perdagangan pertama bukalapak di bursa diawali dengan auto reject atas dengan offer bid lebih dari 2,5 milliar lot. Kemudian di hari kedua saham bukalapak mengalami auto reject bawah sampai harga tersebut turun dibawah harga IPO sebanyak Rp 830 per lot. Investor saham bukalapak tetap masih antusias dan optimis mengenai kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Sehingga hal tersebut bukan masalah yang serius dalam dunia pasar modal.

Investor pemula apabila ingin memiliki proporsi saham bukalapak, harus mengetahui dari segi internal dan eksternal perusahaan. Karena hal tersebut juga menjadi faktor yang krusial ke depannya. Pastikan juga dana rekening pribadi yang cukup untuk memesan saham bukalapak.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button