Buku bisnis terbaik Marketing 5.0 karya Hermawan Kartajaya. Karyanya nggak pernah gagal!

Sebagaimana diumumkan oleh Soundview  melalui laman Twitter @BusinessBooks pada Jumat (25/9/2021), buku Marketing 5.0 karya Hermawan Kartajaya masuk dalam daftar “Buku Bisnis Terbaik 2021” versi Soundview. Buku yag berjudul Marketing 5.0 ini merupakan karya dari 3 tokoh ternama, yakni Hermawan Kartajaya yang merupakan Founder and Chairman Markplus Inc , bersama dengan Iwan Setiawan dan Philip Kotler. Melalui cuitan di akun Twitter resminya, Soundview mengucapkan selamar atas kemenangan buku Marketing 5.0 sebagai buku bisnis terbaik tahun ini.

Hermawan Kartajaya memang bukan pertamakali menulis buku. Ia cukup ahli dalam menggarap buku utamanya yang bertema bisnis, bersama dengan beberapa penulis ternama lainnya. Adapun buku Marketing 5.0 ini merupakan buku ke-9 yang ia garap bersama Profesor Philip Kotler. Yang mana sebenarnya kedua penulis ini telah saling bekerja sama mulai tahun 1998.

Kesuksesan buku Marketing 5.0 karya Hermawan Kartajaya

Hermawan Kartajaya. Foto: Pinterest

Buku karya Hermawan Kartajaya memang belum pernah gagal. Buku terbitan kali ini bukan hanya menjadi daftar Buku Bisnis Terbaik 2021. Melainkan telah diterbitkan dengan 15 bahasa selama 8 bulan pasca penerbitan. Sungguh menakjubkan bukan?

Sebelum buku ini, ia juga telah menulis buku berjudul Marketing 4.0 yang sudah diterbitkan 4 tahun lalu. Menuai kesuksesan yang tidak kalah hebat, buku ini bahkan telah diterbitkan ke 24 bahasa. Kemudian buku sebelum ini, yakni Marketing 3.0 yang diterbitkan 11 tahun lalu bahkan berhasil diterbitkan ke 27 bahasa.

Menekankan kejujuran dalam marketing

Meskipun menjadi salah satu tokoh penulis strategi bisnis dan marketing ternama, Hermawan tidak serta merta mengharuskan marketer menghalalkan berbagai cara demi closing. Sebagaimana pernyataan yang dikutip dari Liputan6.com, Hermawan menekankan bahwa marketing itu harus dengan kejujuran.

Teknik marketing memang bertujuan untuk mendongkrak penjualan. Namun dalam prosesnya, seringkali marketing mengelabuhi konsumen sehingga nama marketing menjadi rusak karena iklan yang berlebihan. Hal ini membuat teknik marketing berkembang menjadi tidak murni, penuh tipuan, dan hanya menguntungkan salah satu pihak.

Ketakutan terbesar Hermawan adalah karena teknologi marketer yang semakin menguasai AI. Dengan penguasaaan ini mereka akan mengerahkan segala cara demi membuat customer bisa membeli apa saja. Sebagaimana yang terjadi hari ini, di mana penguasaan terhadap teknologi membuat konsumen ketergantungan berbelanja apapun. Bahkan meski itu tidak dibutuhkan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button