Bullish vs bearish dalam trading saham? Kamu harus paham akan kondisi pasar tersebut!

Dalam pasar modal ada 2 istilah yang menggambarkan kondisi pasar, diantaranya  bullish vs bearish. Kedua jenis pasar tersebut merupakan bentuk pasar yang kondisinya sangat berbeda. Sebagai investor pemula, agar kamu tidak bingung akan kondisi pasar tersebut, berikut merupakan penjelasannya.

Pasar Bullish vs bearish

Agar kamu tidak terjebak dalam permainan saham, kamu harus mengetahui kondisi pasar saham tersebut. Ada 2 kondisi pasar yang terjadi dalam pasar modal, khususnya pada investasi saham. Kondisi pasar tersebut adalah bullish dan bearish. Pasar bullish merupakan kondisi pasar dimana situasi harga dalam pasar modal mengalami kenaikan secara terus yang diakibatkan banyaknya permintaan saham. Sedangkan pasar bearish merupakan situasi pasar modal dimana harga pasar saham mengalami penurunan secara terus yang diakibatkan banyaknya penawaran yang dilakukan investor/trader terkait saham tersebut.

Sederhananya, terjadinya pasar bullish maupun bearish sudah dijelaskan dalam logika teori penawaran dan permintaan.

“Apabila permintaan suatu barang lebih besar dari pada penawaran maka harga barang akan naik, begitu juga sebaliknya jika permintaan lebih kecil dari penawaran maka harga suatu barang akan menurun”

Teori permintaan dan penawaran tersebut juga diterapkan dalam perdagangan efek, khususnya saham. Artinya, jika penawaran terhadap saham lebih besar dari permintaan, maka harga saham akan turun. Begitu juga sebaliknya jika penawaran lebih kecil dari permintaan saham, maka harga saham akan naik.

Dalam pasar bullish, investor beranggapan bahwa harga saham terbilang murah, sehingga para investor/trader  berlomba-lomba untuk membeli saham. Dengan adanya kondisi yang seperti itu, nantinya permintaan akan meningkat sehingga harga saham bergerak naik (yang mencari saham lebih banyak). Begitu juga sebaliknya, apabila saham oleh investor dipersepsikan telah meninggi atau bahkan hampir mencapai harga maksimum, maka investor berlomba menjual saham untuk segera memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian. Dalam kondisi seperti itu, jumlah penawaran semakin meningkat sehingga harga saham bisa jadi akan menurun. Kondisi inilah yang dinamakan dengan bearish.

Untuk tips bisnis inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika. (TCT).

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button