Cara atur cashflow agar keuanganmu lebih baik

Saat membicarakan perkara cashflow yang perlu diperhatikan adalah pemasukan dan pengeluaran. Bagaimanakah cara atur cashflow yang baik? Karena soal keuangan kita tak bisa lepas dari yang namanya pendapatan atau pemasukan maupun pengeluaran. Nah kita coba hitung berapa total pemasukan kita per bulan, kalau sudah lalu hitung jumlahnya per tahun, dengan itu kita akan tahu berapa pendapatan kita secara keseluruhan.  Karena dalam hidup kita butuh makan, beli ini itu tentu saja kita akan ada yang namanya pengeluaran. Pengeluaran sendiri ada dua sifatnya, yaitu bulanan dan tahunan, untuk pengeluaran bulanan terdiri dari :

  1. Kewajiban, kewajiban ini dapat berupa zakat, bayar listrik, cicilan, uang buat orang tua
  2. Primer, kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia mulai dari sandang, pangan dan papan. Kebutuhan primer ini seperti makan, transportasi dan kebutuhan utama lainnya
  3. Sekunder, kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang dapat menciptakan atau menambah kebahagiaan hidup, bagi beberapa orang mungkin kebutuhan sekunder ini tidaklah penting, namun bagi beberapa orang sangat penting. Kebutuhan sekunder ini contohnya, ngopi, nongkrong di caffe dan segala hal yang berhubungan dengan lifestyle.  
  4. Tabungan dan investasi

Diluar dari kebutuhan wajib maupun primer kita juga perlu menyiapkan sebagian dana kita untuk tabungan dan investasi, karena kita tak pernah tau kejadian apa yang terjadi nantinya di luar kehendak kita.

Cara atur ratio cashflow yang baik

Nah setelah tahu jumlah pengeluaran kita dan untuk apa saja, sekarang kita tinggal atur pp-nya biar makin oke. Kita bisa pakai metode 50-30-20, 50% untuk kebutuhan primer dan kewajiban, 30% untuk tabungan dan investasi, dan 20% untuk lifestyle. Cara ini sebenarnya tidak mutlak, karena kebutuhan setiap orang tentu saja berbeda-beda. Untuk investasi lebih disarankan mulai dari yang resikonya rendah, seperti emas atau bisa juga reksadana.

Sedangkan pengeluaran tahunan sendiri dapat berupa keperluan liburan, hari raya dan keperluan lainnya. Untuk itu kita harus menentukan budgetnya berapa dan sumber uangnya dari mana. Misal, untuk liburan bisa dari tabungan sedangkan untuk hari raya bisa dari THR. Maka dari itu , sangat penting untuk menghitung pemasukan tahunan.

Buat kita yang masih single dan belum berkeluarga sebaiknya rasio menabung dan investasi 50% dari gaji. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan dana darurat dan bekal di hari tua. Karena jika nantinya sudah berkeluarga, kemampuan kita untuk menabung berkurang karena kewajiban kita bertambah. Itulah sebaiknya ketika belum menikah sebisa mungkin sebanyak-banyaknya

Nah sudah nggak bingung lagi kan? Yuk kita konsisten menerapkan cashflow management yang baik!  

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button