Cara riset sebelum membuat copy writing

Copy writing, sebuah pekerjaan yang baru-baru terdengar saat ini. Mungkin sudah ada sejak lama, tetapi istilah populernya dan secara spesifiknya baru terdengar hari ini. Profesi yang menjual sesuatu dengan tulisan memang sekilas terdengar mudah. Hanya menyantumkan informasi fitur, manfaat, harga, dan cara melakukan pembelian dirasa sangat mudah. Tetapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Bahkan derita seorang copy writing sangat beragam, mulai dari tulisan tidak dibaca, tulisan tidak menarik dan di-skip begitu saja, hingga akhirnya tak berhasil menjualkan produk dan jasa yang semestinya.

Mengenal copywriter

Maksud istilah Copy adalah teks yang digunakan dalam penjualan atau pemasaran, biasanya ditemui di landing page, iklan-iklan, website, brosur, pamflet, dan sebagainya.

Copy writing adalah proses atau teknik menulis tulisan yang disebut copy di atas. Maka penulis nya pun disebut copy writer.

Jika sebelumnya promosi membutuhkan sales, seseorang atau tim yang berkeliling dengan membawa barang, brosur, dan mengkomunikasikannya langsung kepada konsumen maka pada saat ini versinya semakin modern. Cukup dengan tulisan saja, bisa menarik perhatian calon konsumen untuk membeli dan menaikkan konversi penjualan. Ya beginilah dunia teknologi.

Lalu bagaimana cara membuat copy writing yang bagus ?. Salah satu yang harus kamu lakukan adalah mengadakan riset sebelum menulis.

3 cara riset sebelum menyusun copy writing

Riset sangat penting dalam hal apapun terutama dalam hal bisnis dan seputar strategi promosi dengan copy writing yang akan kamu tulis. Untuk melakukan riset ini hal yang perlu dilakukan adalah :

Pertama, bertanyalah langsung kepada seseorang yang pernah atau suka dan sering membeli produk serupa dengan produkmu. Misalnya produk hijab, maka bertanyalah kepada perempuan-perempuan berhijab apalagi yang sering koleksi hjab. Apa saja keluhan yang sering ia alami. Hijab seperti apa yang belum dia temukan. Dari sinilah kamu akan tahu cara menarik pelanggan dengan menuliskan bberapa solusi dari masalah mereka yang bisa mereka dapatkan dengan membeli produk kamu.

Misalnya dari bertanya, kamu jadi tahu bahwa orang sering mencari hijab yang kainnya tidak letoy. Maka kamu bisa menuliskan “Sering sebel kalau pakai hijab suka letoy-letoy dan susah diatur?”. “Disini solusinya”.

Kedua, lakukan pengecekan ke iklan orang lain. Perhatikan kata-kata yang mereka gunakan. Kira-kira ada celah apa yang bisa kamu sempurnakan untuk copy writing kamu. Ingat, cek ini bukan untuk plagiasi ya.

Ketiga, riset dengan menggunakan marketplace. Coba buka beberapa komentar produk yang serupa dalam sebuah market place. Dari sana kamu bisa menuliskan solusi-solusi dari masalah mereka.

Misal dari sana kamu tahu mereka tidak suka produknya karena jahitannya kurang rapi dan kainnya nerawang. Maka kamu bisa tulis “Mau punya baju baru dengan jahitan rapi dan kain yang tebal dan nyaman?.”

Nah, itu seputar tips riset sebelum menulis copy writing. Tentunya kamu juga harus sesuaikan dengan produk kamu ya. Jangan sampai konsumen merasa kamu terlalu melebih-lebihkan padahal kenyataannya terlalu jauh dari apa yang kamu tuliskan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button