Dari jualan abon vegetarian berujung omset ratusan juta! Simak kisah Anis Riyati Primastuti

Beberapa pengusaha sukses saat ini sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa keadaan akan membawanya pada titik yang mengagumkan. Sebagaimana yang terjadi pada Anis Riyati Primastuti, seorang pengusaha yang menjadi kaya raya dengan omset ratusan juta berkat memproduksi abon nabati atau vegetarian.

Tidak seperti layaknya abon yang beredar di pasaran ia justru memiliki ide membuka bisnis abon vegetarian pada tahun 2012 lalu. Sebagaimana kisah Anis Riyati Primastuti yang dikutip dari laman detik.com, simak perjalanan kesuksesannya.

Bisnis daun emas Anis Riyati Primastuti

Produksi abon vegetarian Anis Riyati. Foto: Detik.com

Kisah Anis Riyati Primastuti jualan abon vegetarian diawali pada tahun 2012 lalu di Sleman, Yogyakarta. Sebelum menjadi pengusaha abon vegetarian, ia sebelumnya memproduksi jenis abon daging seperti biasanya yang kita temukan di pasaran. Menggunakan daging abon ayam, sapi dan ikan tuna. Namun semakin  berjalannya bisnis ia menemukan kesulitan lantaran persaingan bisnis abon yang semakin sengit.

Bukan Anis jika menyerah dan berpangku tangan. Dibawah kendalinya, bisnis dengan nama Daun Emas ini pun melakukan inovasi memproduksi abon berbahan dasar buah untuk vegetarian. Dijelaskan olehnya sebagaimana yang dikutip dari laman detikcom, awalnya ada sebuah komunitas yang meminta dibuatkan abon dengan tema vegetarian. Dari sini lah ide merambah ke abon vegetarian dimulai.

Melalui banyak percobaan

Tentu saja tidak mudah baginya untuk mendapatkan bahan yang cocok untuk jualan abon vegetarian yang layak jual dan diminati konsumen. Pertama kali eksperimennya berhasil adalah di bahan buah kluwih yang dikombinasikan dengan kacang tolo. Cukup membutuhkan banyak waktu hingga akhirnya ia bisa menemukan kombinasi rasa yang paling tepat.

Buah kluwih yang diolahnya menjadi abon ini memiliki tekstur yang mirip-mirip seperti serat dengan daging. Namun ia belum menemukan rasa gurih sebagaimana abon daging pada umumnya. Hingga akhirnya kacang tolo pun melengkapi resepnya.

Inovasi dan pengembangan bahan tidak berhenti disitu. Ia berusaha untuk mencari kombinasi bahan lain dengan mengembangkan jantung pisang untuk dibuat abon. Namun produknya yang satunya belum 100% non hewani karena masih mengandalkan campuran ayam untuk penggurihnya.

Pemasaran online dan offline

Berbagai cara ia lakukan untuk mengenalkan produknya ke pasar. Baik dengan pemasaran offline maupun online. Pemasaran offline dilakukannya dengan menitipkan produk-produk abon tersebut ke berbagai toko dan swalayan.

Sedangkan pemasaran online lebih beragam karena ia menggunakan lebih banyak media pemasaran. Baik melalui marketplace, Google my Business, hingga mengembangkan web dalam rangka mengoptimalkan penjualan online.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button