Gaya trading khusus trader full time, cari tahu disini

Banyak yang berfikir menjadi trader full time adalah hal yang seru dan menambah keuntungan. Tapi bayangkan betapa rumit dan pusingnya jika kamu sebagai investor full time harus terus mengamati grafik dan pergerakan saham secara terus menerus. Investor full time biasanya akan mengorbankan pekerjaan sebelumnya demi melakukan ini. Tapi, bagaimanakah gaya trading khusus trader full time?

Secara umum ada 4 gaya trading yang biasa kita kenal. Dan khusus trader full time kamu bisa mencoba 2 gaya trading khusus trader full time. Dimana kedua gaya ini adalah yang paling sering digunakan investor atau trader sesuai dengan kebutuhannya.

Scalper, gaya trading khusus trader full time profesional

Gaya trading. Foto: Pinterest

Ketika memutuskan untuk menjadi trader kamu harus belajar banyak hal. Bukan hanya belajar, kamu juga harus mengendalikan emosi dan mengukur sejauh mana kemampuanmu dalam melakukan trading.

Gaya trading pertama yang dikhususkan untuk trader full time profesional adalah scalper. Dengan penawaran keuntungan yang tinggi dan dalam jangka waktu sangat singkat, kamu membutuhkan banyak modal dan kemampuan.

Scalper bisa menutup transaksi bursa yang dilakukannya dan mendapatkan keuntungan sesuai trading plan hanya beberapa jam, beberapa menit, bahkan bisa dalam waktu beberapa detik saja. Dengan ciri khas grafik minute chart dan hourly chart yang paling banyak digunakan.

Kekurangan scalping adalah kamu membutuhkan analisa dengan tingkat akurasi tinggi. Jadi, tidak bisa asal ikuti pom pom orang lain ya… Selain itu kamu juga akan membutuhkan stamina dan kejelian, karena diharuskan untuk memantau grafik secara terus menerus.

Day trader

Day trader biasanya melakukan transaksi harian dan akan menutup posisi trading di akhir jam bursa. Meskipun rugi, mereka akan tetap menjual hasil buruannya hari ini untuk mengantisipasi resiko ke depannya yang akan terjadi.

Karena transaksi yang dilakukan biasanya akan banyak terjadi, broker saham banyak menyediakan akun khusus day trader. Tujuannya agar day trader mendapatkan fee nya lebih murah dibandingkan akun trading reguler.

Agar bisa sukses dalam gaya trading ini kamu harus menguasai analisis teknikal dan menangkap sinyal jual dan beli saham dengan baik. Biasanya trader harian akan menggunakan grafik minute chart, hourly chart, dan daily chart.

Dibandingkan scalping potensi keuntungan day trading bisa lebih besar per transaksi. Dengan keuntungan yang lebih besar ini kamu bisa menghemat fee transaksi dibanding dengan gaya trading scalping.

Sayangnya kamu harus memiliki keberanian tinggi untuk memutuskan menutup transaksi secara harian. Apalagi jika dalam keadaan rugi.

Untuk tips bisnis inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika. (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button