Hantaman pandemi membawa perubahan pola hidup dan budaya belanja

Sejak pandemi melanda, aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun dibuat untuk membatasi aktivitas yang melibatkan banyak orang. Sebut saja kegiatan belajar mengajar, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Perubahan pola hidup dan budaya belanja pun tidak terelakkan.

Hal ini menjadi upaya pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang terus meningkat. Dengan adanya peraturan tersebut, perubahan pola hidup dan gaya berbelanja masyarakat pun kian berubah. Berbelanja online kini menjadi gaya hidup baru bagi hampir seluruh masyarakat dunia.



Photo by Brooke Lark on Unsplash

Perubahan pola hidup

Jika sebelumnya masyarakat dapat hidup bebas, kini segala bentuk kegiatan yang mengumpulkan banyak orang sangat dibatasi. Kegiatan belajar mengajar baik jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dilakukan secara daring. Mulai dari pemberian materi, hingga praktik pun dilakukan secara online.

Hal yang sama pun dilakukan oleh mayoritas perkantoran di Tanah Air. Penggunaan aplikasi video conference menjadi solusi yang dipilih. Menurut survei yang dilakukan Statqo Analytics, pada 26 Maret 2020, penggunaan aplikasi Zoom sebanyak 257,853 pengguna. Angka tersebut naik dari 19 Maret 2020 yang hanya mencatatkan angka sebesar 91.030 pengguna.

Selain itu, penggunaan masker dan hand sanitizer yang sebelumnya jarang dilakukan pun saat ini menjadi kebiasaan yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi saat ini penggunaan masker memiliki standar sendiri, yakni tiga lapis.

budaya berbelanja

Selain perubahan pola hidup, budaya berbelanja masyarakat juga berubah drastis. Ditutupnya pusat perbelanjaan di awal pandemi membuat masyarakat merubah budaya berbelanja mereka.

Jika sebelumnya sebagian masyarakat masih merasa tak afdol jika tidak mencoba barang yang akan dibeli secara langsung, kini budaya tersebut berangsur berubah. Dari sebelumnya berbelanja secara offline, kini belanja online menjadi kebiasaan yang baru.

Penelitian yang dilakukan John Lewis, brand department store yang beroperasi dInggris, telah meneliti adanya peningkatan besar dalam proporsi penjualannya yang dilakukan secara online.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, penjualan secara online menyumbang 60% hingga 70% angka ini meningkat berkali-kali lipat dari sebelumnya yang hanya menyentuh angka kurang dari 50%. (CTH)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button