Harga emas tertekan Tappering The Fed, Bagaimana ke depannya?

Sama hal nya dengan saham, harga emas juga tertekan cukup kuat dengan adanya rencana Tappering The Fed . Kali ini emas kembali gagal berada di atas level USD 1.800 per ons. Meski begitu banyak analisis memperkirakan bahwa nantinya dorongan besar dapat membawa harga emas jauh keluar dari kisaran harga dagangnya saat ini.

Salah satunya adalah kemungkinan naiknya harga emas karena adanya tekanan ekuitas di seluruh dunia. Salah satunya yang terjadi di Amerika Serikat. Banyak analis yang memperkirakan bahwa kemungkinan dalam waktu dekat akan terjadi aksi jual yang cukup kuat di ekuitas Amerika Serikat.

The Fed. Foto: Pinterest

Dikutip dari Kitco. Pada Senin (13/9/2021) bank-bank investasi di Amerika Serikat seperti Morgan Stanley, Citigroup Inc., Goldman Sachs Group, hingga Bank of America Corp menunjukkan kekhawatirannya yang cukup besar akan pasar saham AS yang saat ini valuasinya semakin ekstrem.

Sebagaimana yang dipesankan oleh Deutsche Bank AG bahwa kedepannya akan terjadi risiko koreksi pasar yang cukup dalam.

Koreksi yang besar untuk pasar saham dapat menjadi kesempatan menjanjikan bagi pertumbuhan harga emas. Emas menjadi produk investasi yang tahan akan inflasi sehingga banyak dipilih masyarakat. Orang lari dari pasar saham yang saat ini cukup mencekam.

Diperkirakan harga emas akan tetap stabil

Meskipun pada tahun ini harga emas mengalami penurunan yang cukup besar yakni 6,5 persen, namun harga emas masih cukup stabil dikisaran harga USD 1.800/oz. Harga ini masih sangat bagus di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih sangat lambat, dan masih banyak pembatasan sosial akibat berkembangnya COVID-19 Varian Delta di dunia.

Menurut Frank Cholly sebagai RJO Futures senior market strategist, sama hal nya di saham emas pun saat ini mendapatkan tekanan harga. Salah satunya disebabkan adanya ekspektasi penurunan Federal Reserve.

Disampaikan olehnya bahwa saat ini harga emas cukup tertekan dan tidak bisa bergerak di atas $1.825-$1.830. pedagang emas cukup terganggu dengan gagasan Fed tapering yang lebih cepat. Memang diakui bahwa dalam titik tertentu sebagaimana yang terjadi saat ini, Fed perlu menormalkan suku bunganya.

Namun hal ini akan memberikan dampak cukup besar terhadap pasar ekuitas dan emas yang sangat tergantung pada keberadaan Fed.

Penekanan harga emas ditambah lagi dengan kenaikan indeks dolar AS di atas 93. Namun bedanya dengan saham, saat semakin dekat dengan inflasi harga emas justru berpeluang naik. Bahkan bisa naik menjadi USD 2,000 per ounce.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button