Inflasi menggerogoti nilai uang

Pernahkah terlintas di benak kamu, berapa jumlah biaya pendidikan anak yang harus disediakan dalam waktu 10 tahun atau 20 tahun? Kemudian langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mempersiapkan biaya pendidikan tersebut? Misalkan pada biaya pendidikan membutuhkan 5 juta tiap semesternya, kecil kemungkinan uang tersebut cukup untuk membiayai pendidikan tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Semua itu terjadi karena adanya inflasi setiap tahun yang menggerogoti uang kita. Bagaimana cara menghindari inflasi?

Mengenal inflasi

Nilai uang terkikis inflasi. Foto: Pinterest

Inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa dalam waktu tertentu. Jadi apabila salah satu barang saja yang mengalami kenaikan maka hal itu bukanlah inflasi. Kecuali satu barang tersebut memiliki kekuatan untuk mempengaruhi harga barang lain.

Inflasi juga dapat dikatakan merosotnya nilai uang karena uang yang beredar terlalu banyak sehingga menyebabkan harga barang dan jasa naik. Inflasi timbul karena beberapa faktor. Antara lain meliputi jumlah permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tidak sesuai dengan persediaan yang ada. Oleh karena itu harga suatu barang atau jasa meningkat.

Keadaan tersebut sering kali terjadi ketika bulan Ramadan dan hari besar tiba. Di mana permintaan masyarakat akan kebutuhan pokok meningkat drastis dibanding dengan hari – hari biasa. Hal itu sesuai dengan hukum ekonomi yang menyatakan, bahwa ketika permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga barang atau jasa akan cenderung mengalami kenaikan.

Kedua, meningkatnya biaya produksi. Ada beberapa hal yang mendorong kenaikan biaya produksi. Contohnya seperti naiknya upah dan kompensasi karyawan. Juga naiknya bahan baku, yang kemudian secara tidak langsung akan menyebabkan kenaikan barang atau jasa.

Jenis inflasi dan cara menghindari inflasi

Inflasi digolongkan menjadi empat, yaitu inflasi ringan (dibawah 10 persen dalam setahun). Inflasi sedang (10 hingga 30 persen dalam setahun), inflasi berat ( 30 hingga 100 persen dalam setahun), dan hiperinflasi (diatas 100 persen setahun). Perlu diketahui bahwa terjadinya inflasi tidak selalu menjadi pertanda buruk bagi perekonomian. Asalkan tingkat inflasi masih dalam batas yang wajar yaitu dibawah 10 persen.

Inflasi akan menjadi buruk ketika laju inflasi tidak terkendali, atau berada di luar target yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Oleh karena itu, Bank Indonesia selaku Bank Sentral memegang peranan strategis dalam melakukan kebijakan yaitu menjaga kestabilan nilai rupiah. Baik terhadap barang dan jasa, serta terhadap mata uang negara lain.

Investasi dilakukan untuk melindungi nilai. Baik terhadap dana atau aset yang sudah ada atau yang akan dimiliki kemudian hari sehingga nilainya tidak mengalami penurunan tetapi mengalami peningkatan. Jadi investasi adalah satu-satunya cara untuk menghindari inflasi.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button