Ingin mengambil manfaat dari insentif pajak mobil dan KPR dengan DP 0%? Berikut hal yang harus dipertimbangkan

Dengan adanya pandemi, pemerintah terus berupaya dalam pengembalian pemulihan kesehatan negara dan juga perekonomian negara. Karena masalah krisis kesehatan negara tidak dapat dipisahkan dengan upaya pemulihan ekonomi negara (PEN). Tidak dapat dipungkiri selain masalah kesehatan, perekonomian masyarakat dan negara saat pendemi pun menjadi lesu. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan negara juga lebih banyak mengeluarkan dana lebih besar daripada biasanya. Sehingga pemerintah memanfaatkan APBN dan APBD untuk membuat program padat karya sebanyak-banyaknya agar dapat membantu masyarakat secara luas. Salah satunya ialah adanya pengurangan atau diskon pajak PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) dan KPR dengan DP 0%. PPnBM menjadikan bisa menikmati adanya bebas pajak mobil dan diskon dari pemerintah.

Pengurangan PPnBM untuk mobil diberikan pada kategori mobil baru segmen kurang dari 1.500 cc dengan kategori mobil sedan. PPnBM ini akan berlaku dalam 3 bulan, yaitu dimulai bulan Maret hingga Mei dengan PPnBM 0%. Dan tiga bulan berikutnya sebesar 50%, dan tiga bulan berikutnya sebesar 25%.

Selain dengan insentif pajak mobil dari adanya diskon PPnBM kategori mobil, pemerintah juga melakukan program lainnya seperti KPR (kredit pemilikan rumah) yaitu dengan DP 0%. Program ini bertujuan untuk memberikan kepemilikan rumah tanpa fasilitas uang muka atau down payment. Bank Indonesia memberikan fasilitas DP 0% ini mulai dari 1 Maret hingga 21 Desember 2021. Selain KPR hal ini berlaku juga bagi KPA (Kredit Kepemilikan Apartemen).

Beberapa upaya tersebut dilakukan pemerintah agar meningkatkan minat konsumsi masyarakat kepada mobil dan juga properti.

Jika kamu tertarik, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Cek total jumlah cicilan dan utang yang berjalan.

Kamu seharusnya memiliki cicilan bulanan tidak lebih dari 30% dari penghasilan bulanan kamu.

2. Cek presentase rasio utang berbanding aset.

Sebaiknya kamu jangan mengambil cicilan jika jumlah rasio tersebut lebih besar dari 50%. Jika rasio hutang lebih besar daripada aset, kamu tidak memiliki cadangan jika terjadi sesuatu nantinya.

3. Sebaiknya kamu tidak memiliki cicilan jika belum memiliki dana cadangan atau dana darurat.

Karena untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terdapat masalah macet cicilan.

4. Kamu harus memilih perusahaan leasing, developer, serta bank yang terpercaya.

Jangan salah tergiur akan progam yang ditawarkan.

5. Memilih lokasi rumah yang aman, strategis, dan juga nyaman untuk dihuni.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button