Kesulitan hadapi kondisi financial pasca Lebaran? Simak tips dari Danamon berikut ini!

- Selasa, 16 Mei 2023 | 13:25 WIB
Bank Danamon (www.danamon.co.id)
Bank Danamon (www.danamon.co.id)

Bisnika Lebaran adalah salah satu momen yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia.  Selain dapat menghabiskan waktu dengan keluarga dalam merayakan hari raya Idulfitri, biasanya masyarakat juga mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

THR ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat memicu terjadinya pengeluaran yang berlebihan (over-spending) karena merasa mendapatkan dua kali gaji dalam satu bulan yakni melalui gaji bulanan serta THR.

Menurut riset YouGov RealTime Omnibus tahun 2022, dua pertiga atau hampir 70% orang Indonesia yang saat ini bekerja, memiliki rencana untuk menggunakan sebagian THR untuk berbelanja dan 57% juga mengatakan akan menyimpan sebagian dari hasil THR yang didapat.

Sementara, hampir sepertiga penduduk Indonesia berencana menggunakan THR untuk donasi/zakat fitrah (32%) atau investasi (31%).

Baca Juga: SiCepat Ekspres borong dua penghargaan di bidang kualitas dan layanan branding

Temuan ini menjadi cerminan banyaknya kebutuhan finansial masyarakat yang perlu dipenuhi selama bulan Ramadan, khususnya menjelang Lebaran.

Di Indonesia, momen berkumpul dengan keluarga telah menjadi salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat.

Namun, seringkali momen ini menjadi ajang timbulnya pertanyaan-pertanyaan sensitif dari sanak keluarga yang menyangkut hal personal hingga finansial.

Akhirnya, pertanyaan tersebut pun menimbulkan perasaan cemas akan kondisi finansial atau yang biasa disebut Financial Anxiety.

Baca Juga: Honda Rebel punya tiga pilihan warna baru, begini detailnya

Financial Anxiety atau kecemasan finansial merupakan merupakan suatu perasaan ketakutan, kekhawatiran, atau cemas yang dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang, terutama dikarenakan kurangnya persiapan dalam menghadapi pengeluaran.

Psikolog Keluarga, Ayank Irma menjelaskan, orang-orang yang mengalami kecemasan finansial bisa merasa khawatir, stres, dan tidak nyaman dengan keadaan keuangan mereka, dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, cemas, atau insomnia.

"Selain itu, terkadang dalam momen kumpul bersama keluarga, kerabat kerap melontarkan pertanyaan sensitif seputar keuangan kepada anggota keluarga yang lebih muda, di mana maksud sebenarnya memiliki tujuan baik yaitu untuk menjalin hubungan lebih dekat dan mengetahui kabar serta kondisi anggota keluarga," katanya lagi.

"Namun, memang kalimat yang digunakan seringkali menyinggung ranah personal dan "membuat orang yang ditanyakan menjadi tidak nyaman," sambungnya.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Tags

Terkini

5 Tips berjualan takjil saat bulan puasa Ramadan

Kamis, 23 Maret 2023 | 16:07 WIB

5 Langkah mempersiapkan bisnis hampers, catat ya!

Senin, 20 Maret 2023 | 11:45 WIB

5 Cara memaksimalkan penjualan di marketplace

Jumat, 3 Maret 2023 | 20:22 WIB
X