Sejarah Sampoerna Grup, perusahaan berkapitalisasi pasar terbesar KE-10 di BEI

- Selasa, 28 September 2021 | 22:15 WIB
img-about1
img-about1




Mulai menjajakan rokok lintingan





Di tahun 1912, Lim menikah dengan Siem Tjiang Nio dan mulai membangun bisnis bersama. Mereka membuka warung kelontong dan Lim pun mulai berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh pelinting rokok di pabrik Lamongan. Sementara istrinya berjualan di toko, Lim meracik rokok sendiri dan menjajakan hasilnya dengan sepeda tuanya.





Baru merasakan hidup yang lebih baik setelah menikah, keduanya kembali ditimpa badai besar. Gubuk dan tokonya dilahap api sehingga keuangannya kembali kritis.





Namun bukan Lim namanya jika mudah menyerah. Pada suatu ketika ia berkesempatan untuk kembali membangun bisnis dengan membeli perusahaan tembakau yang bangkrut. Ia pun kembali merintis bisnisnya dan mulai banyak pesanan rokok berdatangan dengan berbagai citarasa.





Perkembangan bisnis yang kian pesat membuat keduanya membentuk bisnis berbadan hukum di tahun 1913 yang diberinama Handel Maatschappij Liem Seeng Tee. Perusahaan ini kembali berganti nama pasca PD II dengan nama PT Hanjaya Mandala Sampoerna yang sekarang lebih dikenal dengan PT HM Sampoerna.





Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Halaman:

Editor: Dewi Ulfah Anggreini - Bisnika.com

Tags

Terkini

Kisah sukses king of dessert

Rabu, 29 September 2021 | 19:00 WIB

Cerita kesuksesan di balik Tokopedia

Selasa, 28 September 2021 | 06:00 WIB
X