Investasi: kebutuhan atau keinginan?

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 06:36 WIB


Investasi merupakan penanaman modal kembali dalam suatu perusahaan untuk memperoleh keuntungan atau keikutsertaan modal kita dalam pengembangan perusahaan atau proyek dengan tujuan untuk mendapatkan pembagian laba. Bagi sebagian orang, investasi merupakan salah satu hal yang dipandang rumit. Akan tetapi, dari beberapa survei orang terkaya di Indonesia bahkan di dunia mengatakan bahwa investasi merupakan jembatan menuju kesuksesan. Jadi apakah investasi merupakan kebutuhan atau keinginan?





Lantas investasi termasuk kebutuhan atau keinginan?





-
Investasi . Foto: Unsplash




Prinsip investasi sendiri adalah menggunakan dana lebih. Nyatanya saat ini, kita sering menggunakan dana lebih untuk memenuhi keinginan belaka, misalkan membeli barang – barang yang seharusnya tidak terlalu penting. Jika pendapatan kita digunakan untuk membeli barang – barang konsumtif, maka kita dikatakan sebagai orang yang merugi karena apa yang kita beli tidak akan lagi berharga di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan nilainya akan terdepresiasi dari waktu ke waktu.





Setiap penghasilan yang kita terima harus dialokasikan untuk kebutuhan investasi dan menabung. Ketidakpastian di masa mendatang membuat investasi menjadi hal yang harus dilakukan. Investasi yang cepat dan tepat, maka akan membantu kita dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, karena menabung di era sekarang pada dasarnya sudah kurang relevan. Nilai nominal yang tidak kita investasikan, akan berkurang seiring berjalannya waktu. Berbeda dengan investasi, kita akan mendapatkan imbal hasil atau keuntungan dari modal yang telah kita tanam.





Misal kita memiliki keinginan untuk membeli handphone, harga handphone 5 tahun mendatang tentunya akan berbeda dengan harga yang kamu beli sekarang. Akibatnya kamu hanya membuang – buang uang untuk barang yang sebenarnya kurang kamu butuhkan. Perlu diketahui bahwa keinginan tersebut bisa dipenuhi apabila kita berinvestasi. Jadi apakah sebenarnya investasi hanya sebatas keinginan?





Jika anda sekedar ingin berinvestasi, maka bisa saja suatu saat nanti ketika anda sudah tidak ingin berinvestasi lagi, maka anda akan berhenti untuk berinvestasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan selalu ada berbagai pendapat terkait investasi itu merupakan keinginan atau kebutuhan. Sebagian orang menganggap bahwa investasi dilakukan memang atas dasar keinginan dan kebutuhan seseorang. Ada juga sebagian orang ang sekadar ingin berinvestasi namun terkendala.

Halaman:

Editor: Lisdiana Safitri

Terkini

Jangan sepelekan biaya kelola reksa dana

Senin, 15 November 2021 | 16:18 WIB

Tips investasi properti, simak dulu sebelum mulai

Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Pertumbuhan saham di BEI

Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Saham MDKA melonjak hingga 14 persen dalam sehari

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Mau buka rekening efek? Yuk simak caranya!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Tips dalam memilih sekuritas

Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:30 WIB

Menjadi konsumen sekaligus pemilik bisnis

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Kriteria saham undervalue

Selasa, 5 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Saham “supermarket”

Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Pasar modal emang legal?

Selasa, 5 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Mengenal arti buy back saham

Selasa, 5 Oktober 2021 | 07:00 WIB

Cara mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Senin, 4 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X