Mengapa berinvestasi saham?

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 13:25 WIB


Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang paling dikenal masyarakat. Seringkali sebagian besar orang pun masih bertanya – tanya alasan untuk berinvestasi saham. Sebagian besar masyarakat di Indonesia, memiliki budaya yang cenderung konsumtif. Mereka pun lebih memilih membeli barang – barang dari perusahaan besar. Padahal mereka juga bisa mendapatkan keuntungan dari perusahaan – perusahaan tersebut.





Investasi saham





-
saham. Foto: Pinterest




Saham merupakan bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan. Dengan membeli saham, secara otomatis kita terdaftar sebagai pemilik perusahaan tersebut dan memiliki hak untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keuntungan dari kepemilikan saham dibagi menjadi  dua yaitu Capital Gain dan Dividen. Capital Gain merupakan keuntungan yang didapatkan dari selisih harga jual dan harga beli, sedangkan dividen merupakan bagi hasil yang dibagikan oleh perusahaan untuk investor yang memegang saham perusahaan tersebut.





Keuntungan berinvestasi saham sendiri yaitu saham sangat mudah ditransaksikan. Zaman sekarang, transaksi di pasar modal berbeda dengan zaman dahulu dimana harus serba manual. Kemudahan ini pun menjadi daya tarik sendiri, salah satunya dengan adanya fasilitas online trading yang saat ini sudah berkembang. Fasilitas online trading yang berkembang juga sudah kaya akan fitur – fitur yang dapat digunakan untuk menganalisa saham.





Tersedia untuk modal kecil





Modal untuk berinvestasi saham pun terbilang kecil. Tak seperti instrumen investasi lainnya, investasi saham dapat dimulai dengan modal yang minim. Saat ini ada banyak perusahaan sekuritas yang memfasilitasi pembukaan rekening efek mulai dari 100 ribu rupiah. Hal ini tentu akan membuat investasi saham jauh lebih terjangkau bagi berbagai kalangan di masyarakat.





Saham bersifat transparan dan aman. Prinsip keterbukaan juga dimiliki oleh pasar modal. Laporan keuangan perusahaan akan selalu di publikasi ke masyarakat untuk menilai kinerja perusahaan dalam tahun tersebut. Hal ini dapat dijadikan perbandingan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun maupun dengan perusahaan yang homogen. Keterbukaan yang dilakukan oleh perusahaan juga dapat meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.

Halaman:

Editor: Lisdiana Safitri

Tags

Terkini

Jangan sepelekan biaya kelola reksa dana

Senin, 15 November 2021 | 16:18 WIB

Tips investasi properti, simak dulu sebelum mulai

Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Pertumbuhan saham di BEI

Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Saham MDKA melonjak hingga 14 persen dalam sehari

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Mau buka rekening efek? Yuk simak caranya!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Tips dalam memilih sekuritas

Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:30 WIB

Menjadi konsumen sekaligus pemilik bisnis

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Kriteria saham undervalue

Selasa, 5 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Saham “supermarket”

Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Pasar modal emang legal?

Selasa, 5 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Mengenal arti buy back saham

Selasa, 5 Oktober 2021 | 07:00 WIB

Cara mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Senin, 4 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Terpopuler

X