Kriteria saham undervalue

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 12:00 WIB


Saham undervalue merupakan saham yang menjadi favorit bagi para investor jangka panjang. Penilaian saham undervalue biasanya digunakan untuk analisis fundamental. Analisis fundamental merupakan analisa yang digunakan untuk melihat prospek jangka panjang suatu perusahaan. Salah satu strategi memiliki portofolio saham yang bisa mengalahkan pasar adalah analisis fundamental.





Saham undervalue





-
Laporan tahunan perusahaan. Foto: Pinterest




Membaca laporan tahunan merupakan salah satu cara untuk menganalisis fundamental perusahaan secara mendalam. Laporan tahunan terdapat informasi pencapaian perusahaan selama satu periode yang diungkapkan oleh Dewan Direksi maupun Direktur, produk atau jasa apa yang paling memberi kontribusi terbesar bagi penjualan perusahaan diantara banyak variasi produk perusahaan yang ditawarkan ke pelanggan, dan sumber daya yang diperlukan agar perusahaan dapat beroperasi setiap tahunnya.





Selanjutnya, kita membeli saham saat harganya undervalue. Harga undervalue menggambarkan pasar belum mengapresiasi saham tersebut atau bisa kita bilang harga saham tersebut masih murah di pasar. Baiknya membeli saham saat harganya masih mengalami di bawah harga semestinya, minimal sebesar 30 persen dari harga wajar sahamnya.





Ukuran saham masuk kriteria ini





Penentuan persen ini bersifat subjektif, disesuaikan dengan penerimaan risiko masing – masing individu. Penjualan saham dalam setahun minimal 1 triliun rupiah untuk perusahaan manufaktur dan minimal 500 miliar untuk perusahaan jasa merupakan kriteria saham undervalue. Saham "di bawah harga" biasanya memiliki kondisi keuangan yang kuat dengan current ratio minimal 2:1, dan total utang jangka panjang tidak lebih besar dari aset lancar bersih.





Perusahaan yang termasuk saham undervalue juga menghasilkan laba selama 10 tahun berturut – turut. Laba tersebut tidak harus mengalami peningkatan setiap tahunnya, akan tetapi perusahaan tidak mencatatkan kerugian dalam waktu 10 tahun tersebut. Perusahaan dengan saham "di bawah harga" biasanya royal terutama pada investor  nya. Hal ini dikarenakan perusahaan akan membagikan dividen secara rutin dan tidak pernah putus.

Halaman:

Editor: Lisdiana Safitri

Tags

Terkini

Jangan sepelekan biaya kelola reksa dana

Senin, 15 November 2021 | 16:18 WIB

Tips investasi properti, simak dulu sebelum mulai

Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Pertumbuhan saham di BEI

Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Saham MDKA melonjak hingga 14 persen dalam sehari

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Mau buka rekening efek? Yuk simak caranya!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Tips dalam memilih sekuritas

Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:30 WIB

Menjadi konsumen sekaligus pemilik bisnis

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Kriteria saham undervalue

Selasa, 5 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Saham “supermarket”

Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Pasar modal emang legal?

Selasa, 5 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Mengenal arti buy back saham

Selasa, 5 Oktober 2021 | 07:00 WIB

Cara mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Senin, 4 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X