Pertumbuhan saham di BEI

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:00 WIB


Saham bluechip merupakan saham yang menjadi favorit bagi para investor jangka panjang. Perusahaan yang masuk dalam kategori bluechip biasanya memiliki kapitalisasi pasar besar, memiliki reputasi baik di negaranya, kinerja atau laporan keuangannya bagus dan sahamnya likuid (sering diperdagangkan). Bagaimanakah pertumbuhan saham di Bursa Efek Indonesia?





Pertumbuhan saham di Bursa Efek Indonesia





-
Indeks Harga Saham Gabungan. Foto: Pinterest




Di indonesia sendiri beberapa investor mengartikan saham bluechip sebagai saham yang terdaftar di Indeks LQ-45. Akan tetapi tidak semua saham bluechip masuk dalam indeks LQ-45. Pemilihan saham Indeks LQ-45 bukan berdasarkan kriteria bluechip akan tetapi lebih ke tingkat likuiditas sahamnya di bursa..





Biasanya para investor pemula disarankan untuk membeli saham – saham anggota LQ-45 karena tingkat likuiditas dan fundamentalnya bagus. Selain indeks LQ-45, banyak indeks – indeks lain di Bursa Efek Indonesia. Seperti JII, Kompas 100, Bisnis 27, Pefindo 25, dan Sri Kehati. Tingkat return (laba/imbal hasil) dari indeks LQ45 pun tidak jauh berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sehingga dijadikan indeks pilihan utama selain IHSG sebagai acuan di Pasar Modal Indonesia.





Berbicara tingkat return. Ada berbagai instrumen investasi di dunia ini dengan tingkat imbal hasil dan risiko yang berbeda – beda selain di pasar modal. Instrumen investasi sendiri dibedakan menjadi dua sektor yaitu sektor riil dan non riil. Sektor riil merupakan upaya mengelola uang atau aset secara langsung pada jenis atau bidang usaha tertentu. Seperti membeli tanah, membeli toko, membeli rumah, dan membeli emas untuk dijual kembali.





Investasi non riil





Sedangkan investasi sektor non riil atau sektor keuangan merupakan upaya mengelola aset melalui produk – produk di pasar keuangan dan turunannya yang tidak terlihat seperti deposito, reksadana, obligasi, dan saham. Biasanya pemilihan instrumen investasi berdasarkan jumlah modal awal, tingkat return dan risiko juga tingkat likuiditas dan tingkat kemudahan dalam bertransaksi.

Halaman:

Editor: Lisdiana Safitri

Tags

Terkini

Jangan sepelekan biaya kelola reksa dana

Senin, 15 November 2021 | 16:18 WIB

Tips investasi properti, simak dulu sebelum mulai

Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Pertumbuhan saham di BEI

Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Saham MDKA melonjak hingga 14 persen dalam sehari

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Mau buka rekening efek? Yuk simak caranya!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Tips dalam memilih sekuritas

Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:30 WIB

Menjadi konsumen sekaligus pemilik bisnis

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Kriteria saham undervalue

Selasa, 5 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Saham “supermarket”

Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Pasar modal emang legal?

Selasa, 5 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Mengenal arti buy back saham

Selasa, 5 Oktober 2021 | 07:00 WIB

Cara mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Senin, 4 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X