Investor asing vs investor domestik

Dunia pasar modal akan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Makro ekonomi yang baik akan berpengaruh besar untuk mendorong peningkatan pasar modal. Sebab hal tersebut menjadi salah satu alasan bagi investor asing untuk menempatkan dananya di Indonesia. Investor domestik juga akan tertarik melihat fenomena tersebut. Saat ini pasar modal di Indonesia menjadi bursa dengan return tertinggi di dunia. Bagaimana pertimbangan investor asing dibanding investor domestik?

Mengenal investor asing dan investor domestik

Alasan investor tidak tertarik dengan bisnismu
investor asing Foto: Pinterest

Pada 10 tahun terakhir, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah bertumbuh lebih dari 300 persen. Pertumbuhan rata – rata per tahun sendiri yaitu 15 persen. IHSG akan menyentuh angka 25000 dengan asumsi di tahun 2026 dan sekitar 67 persen dari total emiten memiliki return investasi jauh di atas return deposito. Selain itu, beberapa saham emiten akan memiiki return investasi jangka panjang di atas 40 persen.

Peluang ini sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan oleh investor domestik. Keadaan pasar modal di Indonesia masih terbilang sedikit peminatnya. Sehingga bursa saham Indonesia masih tertinggal dengan beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, bahkan Thailand.

Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa permasalahan seperti pengetahuan investasi yang minim, khususnya di sektor pasar modal. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di daerah – daerah untuk mendapatkan calon investor adalah langkah yang harus dilakukan pemerintah. Hal Ini supaya menambah kontribusi masyarakat nantinya ke pasar modal.

Kelemahan mayoritas investor asing

Jumlah investor pada pasar modal sempat mengalami kenaikan dalam beberapa tahun. Akan tetapi, tingkat partisipasi investor domestik masih rendah. Akibatnya banyak investor asing yang seringkali membuat pasar saham Indonesia bergejolak. Investor asing saat ini masih didominasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga keuntungan investasi sebagian besar hanya dinikmati oleh pengusaha asing.

Minimnya pengetahuan oleh masyarakat Indonesia menyebabkan mereka tidak dapat merasakan keuntungan. Dominasi investor asing juga menyebabkan bursa saham Indonesia rentan terhadap sentimen investor asing. Sehingga mengakibatkan adanya capital outflow atau alur modal beralih ke luar negeri yang mengakibatkan gejolak pada bursa saham. Hal ini menyebabkan investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih dalam perdagangan, kemungkinan besar indeks juga akan mengalami penurunan karena kepemilikan investor asing lebih tinggi dari investor domestik.

Investor domestik dibutuhkan agar keberadaan harga di pasar saham tetap stabil dan kokoh. Basis investor domestik yang kuat akan mengurangi potensi pasar yang bergejolak karena sentimen – sentimen asing yang mengakibatkan investor asing menarik dananya sewaktu – waktu.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT).

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button