Kain tenun troso, kain tenun sarat nilai estetika khas kota ukir!

Kota Jepara, tak hanya terkenal dengan trandmarknya sebagai Kota Ukir, Bumi Kartini, Jeparadise, dan lain sebagainya. Kota Jepara yang letaknya di ujung pulau Jawa sehingga tidak dilalui oleh jalur Pantura ternyata menyimpan beragam pesona. Selain memiliki beragam destinasi wisata bahari, sebut saja Kepulauan Karimun Jawa, pantai Bandengan atau Pantai Tirta Samudra, Pantai Kartini yang terkenal dengan monumen kura-kura raksasanya, Kota Jepara juga memiliki suatu masterpiece yang jarang diketahui khalayak umum, salah satunya Kain Tenun Troso.

Kain tenun troso. Foto: Instagram

Apa itu kain tenun troso?

Kain tenun Troso merupakan kain tenun ikat yang memiliki ciri khas dimana dalam proses produksinya menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) sehingga menghasilkan beragam corak dan motif etnik yang kaya, jadi kainnya handmade ya sobat! Bukan buatan mesin, sehingga sangat cocok menjadi buah tangan ataupun oleh-oleh ketika berkunjung ke Bumi Kartini ini. Recommended deh pokoknya!

Baca juga : Fashion jadi primadona bisnis di era pandemi, tie dye ‘in’ lagi

Sudah terkenal mendunia

Tenun Troso sendiri sudah lama diproduksi oleh masyarakat Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, tepatnya sejak tahun 1935. Pada tahun tersebut pembuatan kain tenun masih sederhana, yaitu kain tenun Gedong. Lambat laun sekitar tahun 1943 para pengrajin mulai membuat kain tenun yang lebih kompleks yaitu kain tenun pancal, dan para pengrajin senantiasa melakukan evolusi hingga sekarang menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menggantikan alat tenun tradisional.

Proses pembuatannya diajarkan secara turun-temurun hingga sekarang. Sekarang kain tenun bukan hanya dikerjakan oleh masyarakat di Desa Troso, namun sudah mulai merambah ke desa-desa tetangga. Prosesnya yang rumit dan membutuhkan waktu yang panjang membuat tenun troso kental akan nilai estetika. Dalam pembuatannya diperlukan keterampilan dan keahlian khusus hingga akhirnya dapat menghasilkan kain dengan beragam motif yang spektakuler.

Meski diproduksi di desa, namun ekspansi pemasaran tenun troso tak perlu diragukan lagi, mulai dari domestik, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Bali, NTT, hingga mancanegara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, sudah dapat kita temukan kain tersebut. Bukan hanya berupa kain saja, para pengrajin sekarang juga sudah banyak berinovasi dalam menyesuaikan potensi pasar seperti membuat baju tenun, (bukan cuma baju sih, rok, celana, gaun pun ada), Syal dan ikat kepala tenun (bagi para pecinta alam atau yang suka mendaki gunung wajib punya yang satu ini, nih!), Masker tenun (yang sedang booming sekarang), tas tenun, sepatu tenun, jilbab  tenun, sarung tenun, dan lain sebagainya. Indahnya kebudayaan Indonesia yang beragam memang perlu kita syukuri, ya, sobat!

Untuk berita bisnis inspiratif lainnya, follow Bisnika ini.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button