Kapan harus melakukan rebalancing portofolio? Ini waktu yang tepat!

Investasi dilakukan sesuai dengan rencana dan tujuan individu. Dalam upaya mencapai tujuan ini, masing-masing investor menata portofolio mereka sesuai dengan komposisi terbaik yang mereka inginkan. Kapankah perlu dilakukan rebalancing portofolio?

Dalam waktu tertentu komposisi yang diatur di awal investasi akan berubah. Baik disebabkan oleh keuntungan investasi maupun kerugian investasi dalam jumlah tertentu.

Ketika porsi portofolio sudah tidak lagi ideal dalam memenuhi tujuan investasi yang diinginkan, melakukan rebalancing portofolio adalah hal penting agar keseimbangan komposisi portofolio investasi dapat terpenuhi. Sayangnya banyak investor yang masih bingung tentang kapan harus melakukan rebalancing portofolio? Simak pembahasannya untuk tahu waktu yang tepat melakukan rebalancing portofolio.

Saat tepat melakukan Rebalancing portofolio

Dilakukan sesuai jadwal

Ilustrasi jadwal rebalancing portofolio. Foto: Unsplash

Investor dapat mengaturjadwal rebalancing portofolio sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Misalnya, rebalancing portofolio dapat dilakukan per kuartal alias tiga bulan sekali. Bisa juga dilakukan per semester atau enam bulan sekali. Atau jika terlalu sibuk, investor dapat menjadwalkan rebalancing portofolio setahun sekali sesuai kebutuhan.

Intinya, investasi memang tidak harus setiap saat dipantau. Kecuali untuk trader atau full time investor. Yang terpenting adalah analisa di awal sudah dilakukan dengan baik.

Saat ada event besar yang mengubah hidup

Rebalancing portofolio memang lebih baik dilakukan secara teratur. Namun kamu juga bisa melakukannya pada saat-saat tertentu dimana kamu menghadapi event besar yang mengubah kehidupan.

Misalnya, kamu akan menikah dan membutuhkan tambahan dana. Sedang dalam kesulitan karena mengalami pemutusan hubungan kerja, atau dalam kondisi lain yang membuatmu membutuhkan keuntungan yang didapatkan dari dana investasi tersebut.

Dengan kata lain, rebelancing juga dapat dilakukan saat investor ingin menyesuaikan portfolio dengan tujuan investasi yang baru sesuai keadaan mereka masing-masing. Sebagaimana rebalancing portofolio Bill Gates dan Melinda sesaat sebelum perceraian dengan menjual beberapa sahamnya. Seperti saham Apple dan Twitter dalam rangka pembagian aset.

Mengapa harus dilakukan rebalancing portofolio?

Kamu mungkin merasa bahwa kegiatan rebalancing tidak terlalu penting. Bukan kah tidak masalah terjadi pergeseran komposisi portofolio yang penting masih mendapatkan keuntungan?

Tentu tidak. Pergeseran komposisi bisa menyebabkan pergeseran hasil return investasi. Atau, return yang ditargetkan tidak bisa dicapai dengan maksimal. Saat nilai bobot tersebut menyimpang dari rencana ini lah investor perlu melakukan penyesuaian.

Bisakah melakukan auto rebalancing?


Saat ini pengguna Bibit tidak perlu lagi pusing melakukan rebalancing portofolio karena dengan fitur auto rebalancing, investasi reksadanamu dapat secara otomatis akan diseimbangkan. Sebagaimana dengan komposisi awal yang kamu inginkan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button