Kasus baru covid makin meningkat, pemerintah umumkan PPKM mikro darurat

Sebagai akibat dari semakin meningkatnya jumlah penderita baru pasien covid, pemerintah terpaksa kembali melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, dalam bentuk PPKM mikro darurat. Apa itu? Apa bedanya dengan PSBB? Mari kita bahas dalam artikel berikut.

Semakin meningkatnya angka penderita baru covid-19 hampir di seluruh wilayah Indonesia

Saat ini penambahan jumlah pasien baru di Indonesia sudah melebihi 20.000 menderita perhari. Suatu angka yang sangat besar, bahkan di tingkat dunia saat ini.

Permasalahan yang paling utama, dengan meningkatnya jumlah pasien covid, secara otomatis meningkatkan jumlah kebutuhan rumah sakit. Saat ini rumah sakit rumah sakit di Jakarta sudah menggelar tenda-tenda untuk menampung pasien yang sudah tak dapat lagi masuk ke dalam rumah sakit. Hal ini tentu saja memprihatinkan.

Jangan sampai hal yang sama terjadi pada daerah-daerah, yang tentu saja fasilitas rumah sakitnya masih sangat jauh dibandingkan Jakarta.

Pemerintah umumkan PPKM mikro darurat

Guna menurunkan kembali jumlah penyebaran penyakit covid, berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan pengamatan terhadap isolasi yang dilakukan oleh berbagai negara, maka pemerintah berusaha membatasi kegiatan masyarakat, dengan penerapan PPKM mikro.

PPKM mikro ini membatasi kegiatan masyarakat, namun diharapkan masih tetap dapat menggerakkan perekonomian.

Saat ini PPKM mikro yang telah diberlakukan adalah aturan 25% bekerja bekerja di kantor dan makan di restoran sebanyak 25% dari kapasitas.

PPKM darurat yang direncanakan kali ini akan menutup perkantoran bukan sektor penting hingga pekerja harus bekerja di rumah atau work from home. Untuk daerah zona merah / oranye 75% WFH 25% WFO. Sedangkan untuk zona hijau dan kuning 50% WFH 50% WFO.

Selain itu pusat perbelanjaan atau mal juga ditutup pukul 17.00. Perjalanan udara domestik hanya diizinkan bagi mereka yang telah di vaksin dan memiliki tes PCR negatif.

Pendidikan pada zona merah dan oranye dilakukan secara daring. Sedangkan untuk zona hijau dan kuning sesuai dengan keputusan Kemendikbudristek.

Skenario ini kurang lebih mirip dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal pandemi 2020 yang lalu. Rencananya keputusan ini akan dibacakan hari ini (30/6).

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button