Kasus COVID-19 meningkat, gudang Amazon di New Jersey Utara ditutup sementara

Dilansir dari laman web reuters.com, pihak Amazon telah menutup salah satu gudangnya yang berlokasi di New Jersey Utara. Hal ini akibat dari COVID -19 yang kian memburuk. Juru bicara Amazon mengatakan, penutupan ini merupakan dampak dari peningkatan kasus positif tanpa gejala di antara para pekerja Amazon. Penutupan gudang guna mencegah semakin memburuknya kasus Amazon COVID ini akan berlangsung hingga 26 Desember mendatang.

Belum ada data terbaru jumlah pekerja yang terinfeksi virus

Sayangnya, pihak Amazon tidak memiliki catatan terbaru mengenai jumlah pekerja yang tertular penyakit. Namun mereka menegaskan, kasus penularan virus terjadi paling banyak di fasilitas PNE5. Fasilitas yang merupakan gudang pusat pemilahan. Seperti yang diketahui bahwa interaksi karyawan di gudang pusat pemilahan sangat intensif. Hal ini membuat kasus covid berkembang dengan sangat cepat.

Data terbaru dari kasus pekerja Amazonyang terdampak COVID pada bulan Oktober lalu, lebih dari 19.000 pekerja garis depan di Amerika Serikat telah tertular virus corona tahun ini. Jika dipresentasikan, sebesar 1,44% dari total pekerja telah terinfeksi virus covid-19. Diperkirakan hingga saatnya ini jumlah pekerja yang terinfeksi bahkan lebih banyak dari bulan Oktober lalu. Jumlah karyawan yang terinfeksi covid ini dinilai cukup banyak, dan beresiko akan terus bertambah jika tidak segera ditangani.

Amazon terus menerima protes karena penangan lambat terhadap kasus covid

Akibat jumlah pekerja yang terinfeksi virus terus melonjak dengan cukup tinggi, banyak pihak yang mulai mengecam tindakan Amazon karena terus membiarkan pabriknya beroperasi dalam kondisi yang sangat genting ini. Staf, pejabat perusahaan, bahkan pihak serikat kerja pun mulai menilai perusahaan kurang tanggap terhadap kasus COVID-19 yang mengancam kesehatan karyawan Amazon belakang ini. Mereka menilai Amazon bukan hanya kurang tanggap, bahkan Amazon membahayakan kesehatan banyak karyawannya karena tetap membiarkan pabrik beroperasi terbuka selama pandemi.

Bentuk penanganan covid-19 dari pihak Amazon

Akibat semakin banyaknya protes yang ditujukan kepada perusahaan, Amazon pun memutuskan meutup gudangnya yang berlokasi di New Jersey Utara hingga 26 Desember nanti. Meskipun berhentikan sementara oleh perusahaan, namun pihak Amazon menyatakan bahwa karyawannya akan dibayar tetap dibayar untuk pekerjaan yang telah mereka lewatkan. Kebijakan ini dikeluarkan pihak Amazon karena perusahaan merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan hidup karyawannya.

Sebagai bentuk keseriusan perusahaan terhadap kasus ini, perusahaan akan melakukan tes kepada 50.000 karyawan. Tes ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih mendalam seberapa banyak karyawan yang telah terinfeksi virus. Selain itu, tes ini juga sangat penting guna memutus rantai virus COVID-19 yang mengancam karyawan Amazon setiap saat.

Jika ingin update tentang artikel bisnis follow bisnika.hops.id

Amazon. Foto : Unsplash

Baca juga : Mundur dari jabatan CEO LinkedIn, begini perjalanan karir Jeff Weiner

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button