Kesalahan yang membuat keuangan sulit berkembang. Cari tahu yuk!

Banyak orang yang terlalu terlena dengan kondisi keuangannya saat ini sehingga secara tidak sadar membuat kondisi keuangannya stagnan. Berikut adalah beberapa kesalahan yang membuat keuangan sulit berkembang versi bisnika.com

Kesalahan yang membuat keuangan sulit berkembang

Kamu merasa keuanganmu selalu stagnan? Atau bahkan setiap bulannya minus tanpa menyadari uang gajimu digunakan untuk apa saja?

Jika kamu mengalami kondisi tersebut artinya kamu telah melakukan kesalahan yang tanpa sadar membuat keuangan sulit berkembang. Simak kesalahan tersebut dalam artikel dibawah ini!

Tidak melakukan investasi

Investasi secara rutin baik dalam bentuk dana tabungan maupun dana investasi lainnya. Menabung secara rutin akan sangat baik bagi kondisi keuanganmu ke depannya. Selain melatih sikap disiplin dan pengelolaan keuangan sejak dini, investasi rutin membuat dana investasimu cepat berkembang tanpa kamu sadari.

Sayangnya, banyak orang yang tidak memprioritaskan investasi. Akibatnya uang gaji yang diperoleh dalam satu bulan sia-sia dihabiskan untuk pembayaran cicilan dan kebutuhan pribadi yang cukup “ mewah”.

Apakah kamu melakukannya? Jika kamu berfikir tidak perlu menabung karena masih muda dan memiliki karir panjang, kamu salah. Tidak ada yang tahu bagaimana kondisi ekonomimu besok. Karena itu mempersiapkannya dengan dana investasi utamanya yang bersifat likuid sangat diperlukan.

Mari mulai mengubah pola pikir dengan membiasakan menyisihkan dana pendapatan untuk investasi. Baik itu menabung untuk masa pensiun, atau sekedar investasi untuk mempersiapkan dana darurat. Percayalah, setelah kamu disiplin melakukannya, maka perkembangan finansialmu akan semakin baik.

Tidak memberikan dana batasan untuk kebutuhan sekunder

Reward untuk diri sendiri itu penting. Entah liburan, membeli barang kesukaan, atau sekedar quality time bersama. Sayangnya banyak orang yang terjebak dalam kata “reward” untuk diri sendiri. Sehingga kebanyakan dana pemasukan dialokasikan dalam kebutuhan sekunder tanpa memberikan batasan.

Sebaiknya mulai dari sekarang kamu menetapkan seberapa banyak dana yang akan kamu gunakan untuk bersenang-senang. Dengan begini pengelolaan keuangan akan lebih tertata dan dana tabungan tidak akan terganggu.

Gaya hidup tidak sesuai dengan dompet

Bahaya gaya hidup hedon
Gaya hidup hedon. Foto: Pinterest

Gaya hidup mewah membuat seseorang bangga dan senang. Tidak ada masalah dengan hal ini selama pendapatanmu masih dapat mengcover kebutuhanmu. Yang salah adalah saat kamu mulai mengeluarkan uang di luar kemampuanmu untuk mendapatkan barang-barang mewah.

Jika diteruskan, kebiasaan ini akan berdampak negatif untuk keuangan. Kamu mulai menggerogoti dana tabungan bahkan bisa berhutang demi gaya hidup hedon yang kamu lakukan.

(Baca juga: Bahaya gaya hidup hedon)

Tidak menetapkan target keuangan

Setiap orang memiliki impian dan target investasi. Sayangnya, dalam melakukan investasi mereka sering tidak memiliki tujuan yang terfokus. Akibatnya dana yang dialokasikan kurang maksimal sehingga keuangan kurang berkembang.

Cobalah mulai mengelompokkan dana keuangan sesuai dengan tujuan investasi. Misalnya dana pensiun di saham, dana pendidikan di reksadana, dana darurat di tabungan, dan dana untuk menikah di deposito.

Tidak mencari penghasilan tambahan

Memiliki satu penghasilan dianggap sudah cukup. Tapi akibatnya jika satu penghasilan ini goyah kondisi keuanganmu akan sangat berpengaruh. Inilah mengapa kamu memerlukan penghasilan tambahan. Utamanya jika kamu memiliki waktu luang.

Cobalah mulai mendapatkan dana tambahan lewat investasi, mendirikan bisnis sendiri, hingga mengembangkan hobi yang bisa menghasilkan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button