Kunjungan wisatawan mancanegara masih rendah, kapan sektor pariwisata akan bangkit?

Sektor pariwisata dalam negeri menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari pemberlakukan PPKM dan pembatasan sosial akibat covid-19. Hingga periode Agustus 2021 ini, tercatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara masih rendah. Menurun lebih dari separuh angka kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun 2020 lalu.

Saat ini selama periode Januari-Agustus 2021 Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang hanya mencapai 1,06 juta. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angka ini mengalami penurunan yang sangat tajam, yakni mencapai 69,17%. Padahal, kunjungan wisatawan mancanegara di periode sebelumnya berada di angka  3,44 juta kunjungan.

Dari total 1,06 juta kunjungan ini, sebanyak 79,08 ribu wisman memanfaatkan transportasi angkutan udara. Sebanyak 301,34 ribu lainnya menggunakan transportasi laut, dan sisanya 681,11 ribu memanfaatkan angkutan darat.

Kunjungan wisman di Bandara menurun

Kunjungan wisatawan mancanegara di Bandara. Foto: Pinterest

Salah satu penyebab penurunan yang signifikan ini adalah kunjungan wisman di bandara yang turun hingga 100% untuk daerah-daerah wisatawan. Khususnya di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau.

Meski begitu, beberapa bandara mengalami peningkatan kunjungan. Yakni Bandar Sultan Badaruddin II yang meningkat 3.080% dari 15 angka kunjungan menjadi 477 kunjungan. Dan Bandara Internasional Lombok yang meningkat 1.200% dari total 2 kunjungan menjadi 26 kunjungan.

Kunjungan wisatawan mancanegara dari berbagai negara, rendah

Tercatat bahwa secara keseluruhan kedatangan kunjungan wisman di wilayah ASEAN dalam periode ini mengalami penurunan hingga angka 31,19%. Sedangkan untuk wisman yang datang dari dari benua Asia diluar ASEAN turun hingga 50,63%.

Adapun hingga periode Agustus 2021 ini kunjungan wisman ke Indonesia ini didominasi oleh wisman berkebangsaan Timor Leste. Dengan total 75,72 ribu kunjungan. Kemudian wisman Malaysia dengan 39,81 ribu kunjungan, wisman Papua Nugini dengan 2,43 ribu kunjungan, dan wisman Amerika Serikat serta Belanda berturut-turut adalah 1,79 ribu dan 1,09 ribu kunjungan.

Penurunan yang masih cukup tinggi ini membuat sektor perekonomian utamanya di sekitar wilayah wisata masih cukup lesu. Padahal, mayoritas masyarakat justru menggantungkan hidup dan mata pencahariannya melalui kunjungan wisatawan setempat.

Hingga kini pemerintah masih terus berusaha meningkatkan angka kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan luar negri melalui berbagai kebijakan. Tentunya dengan tetap memperhatikan prokes sebagaimana anjuran pemerintah.

Demikian catatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang turun dan belum pulih kembali tahun ini. Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button