Lagi, Pandora Papers ungkap kekayaan tersembunyi pebisnis Indonesia

Jaringan Pandora Papers memang tidak bisa disepelekan. Utamanya bagi pengusaha dan tokoh-tokoh penting di seluruh dunia yang memiliki rahasia haram tersembunyi. Baik itu tentang penyelewengan pajak, pendirian perusahaan cangkang, narkoba, dan masih banyak lagi. Selain dua pejabat Indonesia yakni Luhut dan Airlangga yang sempat tersebut dalam daftar laporan Pandora Papers, kini Pandora Papers ungkap kekayaan tersembunyi pebisnis Indonesia. Yakni Edward Soeryadjaya dan juga Keluarga Ciputra yang diungkap mendirikan perusahaan cangkang untuk menghindari pajak di wilayah tersembunyi. Mau tahu kelanjutannya? Simak artikel dibawah ini!

Edward Soeryadjaya

Edward Soeryadjaya pasca sidang korupsi. Foto: Bisnis.com

Edward Soeryadjaya merupakan pengusaha Indonesia yang saat ini tengah terjebak di jeruji besi lantaran kasus korupsi pengelolaan duit dana pensiun Pertamina. Ternyata kejahatannya kepada negara bukan hanya korupsi. Namun juga menghindari pajak dalam jumlah besar dengan mendirikan perusahaan cangkang Ortus Holdings Limited.

Diduga perusahaan cangkang Ortus Holdings Limited sangat erat kaitannya dengan penyelewengan dana pensiun Pertamina. Sayangnya, perusahaan yang berkantor di British Virgin Islands ini sama sekali tidak disebutkan dalam kasus dana pensiun Pertamina, yang menjeratnya.

Keluarga Ciputra

Keluarga Ciputra dalam keterangan Pers. Foto: Beritasatu

Keluarga Ciputra yang dikenal sebagai keluarga dengan kerajaan bisnis cukup besar di Indonesia juga tercatat dalam laporan Pandora Papers tentang kepemilikan perusahaan atas namanya di British Virgin Islands. Menurut sumber, dua perusahaan cangkang yang didaftarkan adalah Great Oriental Holdings Limited dan juga Louve Landing Investments Incorporated.

Mendengar kabar tak sedap ini, secara langsung Direktur Utama Ciputra Development, Harun Hajadi mengkonfirmasi ketidak benaran informasi. Sebagaimana yang dikutip dari laman Tempo.

Pendirian perusahaan di negara suaka pajak, pelanggaran?

Banyak orang berfikir bahwa masuknya daftar nama seseorang dalam daftar Pandora Papers akan menjadi akhir karirnya. Namun belum tentu demikian. Apalagi jika ini adalah tentang pendirian perusahaan di negara suaka pajak sebagaimana yang dilakukan dua pengusaha di atas. Karena sebenarnya banyak pula perusahaan cangkang yang digunakan pebisnis dalam hal urusan legal.

Walaupun memang biasanya pendirian perusahaan tersebut diakui oleh Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo sebagai praktik base erosion and profit shifting. Praktek tersebut berdampak negatif terhadap keuangan negara karena mengurangi penerimaan dari sektor pajak. Jika hal tersebut memang terbukti, maka negara tidak segan-segan melakukan penindakan tegas.

Berkat laporan Pandora Papers ungkap kekayaan tersembunyi pebisnis Indonesia tersebut, pemerintah Indonesia akan meningkatkan kerja sama internasional dalam rangka menghambat pendirian perusahaan cangkang di negara suaka pajak.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button