Mau buka rekening efek? Yuk simak caranya!

Rekening efek merupakan rekening yang digunakan untuk menyimpan dana nasabah dalam portofolio. Rekening ini biasanya digunakan untuk para calon atau investor dalam menyimpan sahamnya. Hal tersebut tentunya berbeda dengan rekening bank pada umumnya.

Cara membuka rekening efek

Ilustrasi rekening bersama pasangan. Foto: Pexels
rekening. Foto: Pexels

Rekening efek biasanya dibuka pada perusahaan sekuritas yang telah kamu pilih sebelumnya. Bagaimana membuka rekening efek di sekuritas? Lantas apa saja yang perlu disiapkan?

Pengisian formulir sub rekening efek dan formulir pembukaan dana investor

Hal pertama yang perlu diperhatikan yaitu mengisi formulir yang telah dipersiapkan oleh Pihak Perusahaan Sekuritas, yaitu formulir Pembukaan Sub Rekening Efek dan Formulir Rekening Dana Investor. Pembukaan sub rekening bertujuan agar pihak sekuritas dapat mengetahui tujuan kamu dalam membuka rekening efek seperti investasi, tabungan, maupun lainnya.

Di sisi lain, informasi tersebut juga bertujuan agar kamu sebagai calon investor mengetahui risiko – risiko sesuai dengan jawaban yang telah kamu isi. Terdapat 3 risiko dalam pasar modal yaitu ringan, moderat, dan agresif. Pengisian formulir sub rekening ini juga dapat dilakukan secara online artinya kamu dapat mendaftarkan diri sebagai calon investor asalnya masih dalam jam kerja bursa atau perusahaan sekuritas.

Penyerahan dokumen data diri

Langkah kedua yaitu memberikan dokumen yang diperlukan, seperti fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berlaku, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan fotokopi bagian depan buku tabungan yang akan didaftarkan dalam formulir Pembukaan Sub Rekening Efek. Hal tersebut bertujuan agar perusahaan sekuritas mendaftarkan data diri kamu dengan benar sehingga tidak ada kesalahan lebih lanjut,

Penyetoran dana awal

Kemudian setoran dana awal ke rekening di bank RDI atas nama calon investor saham, jumlah setoran minimal menyesuaikan ketentuan dari perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas ada yang menetapkan minimal 100 ribu rupiah untuk mengaktifkan rekening dana nasabah (RDN), ada yang mencapai 10 juta rupiah bahkan ada yang tidak dipungut biaya sedikitpun.

Pemungutan besaran biaya pada setoran awal tergantung pada sekuritas masing – masing. Semakin banyak nasabah pada suatu sekuritas, maka jumlah setoran dana awal akan semakin besar. Hal tersebut dilatarbelakangi kepercayaan oleh banyak investor.

Kemudian calon investor akan diminta untuk menunggu beberapa hari dalam rangka pengaktifan Rekening Dana Nasabah. Setelah aktif, pihak perusahaan sekuritas akan mengirim pemberitahuan via email bahwa rekening kamu sudah bisa digunakan. Selanjutnya, Rekening Dana Nasabah (RDN) yang sudah terdaftar siap digunakan untuk transaksi jual beli saham.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button