Mau Investasi Reksa Dana! Namun Bingung Pilih Yang Mana?

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa reksa dana merupakan salah satu produk instrumen investasi yang memiliki risiko lumayan rendah. Produk ini cocok untuk kita gunakan sebagai investasi dengan jangka waktu yang panjang. Namun ternyata tak semua reksa dana memiliki kriteria seperti itu lho! Nah agar tak salah dalam memilih reksa dana untuk kita jadikan investasi, maka kita simak info mengenai reksa dana dan risikonya berikut ini.

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Reksa dana jenis ini dapat berupa deposito maupun obligasi yang memiliki waktu jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Untuk reksa dana pasar uang ini memiliki risiko yang cukup rendah, dan harganya juga cenderung stabil yang menunjukkan tren naik.

Jenis instrumen ini sangat cocok untuk kita jadikan investasi dengan jangka waktu yang pendek atau dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun. Untuk Reksa dana jenis ini banyak sekali dipilih oleh orang-orang yang takut akan risiko yang menerpanya saat berinvestasi.

Reksa Dana Obligasi (RDO)

Reksa dana jenis ini dapat berisi minimal sejumlah 80% di obligasi yang memiliki jatuh tempo waktu lebih dari 1 tahun. Sedangkan risikonya sendiri tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi. Jadi aman-aman saja buat kita yang memiliki sikap moderat dalam berinvestasi.

Jenis instrumen obligasi ini sangat cocok untuk investasi dengan jangka menengah antara 1-5 tahun ke depan.

Reksa Dana Saham (RDS)

Sedangkan reksa dana saham ini dapat berupa minimal 80%nya di saham yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan berinvestasi di reksa dana saham ini memang risikonya cukup tinggi dari pada reksa dana jenis lain. Karena harganya yang tidak stabil kadang bisa naik kadang juga bisa turun. Reksa dana jenis ini memang sangat cocok untuk investasi dengan jangka yang panjang dengan kurun waktu lebih dari 5 tahun.

Nah agar kita tak sampai salah dalam memilih reksa dana dan bahkan menyesal, maka kita bisa lihat jenis-jenis reksa dana mana yang cocok untuk investasi jangka panjang, menengah maupun pendek. Juga profil risikonya seperti apa. Agar tak menyesal di kemudian hari karena ternyata milih reksa dana yang salah, dan justru malah berujung pada kerugian pula.

Ataupun kita juga bisa mengkombinasikan ketiga reksa dana tersebut untuk kita jadikan instrumen investasi lho! Jadi, yuk mulai investasi sejak dini, hidup aman masa pensiun tenang.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button