Mau menonaktifkan NPWP? Simak langkah menonaktifkannya berikut ini!

NPWP merupakan nomor tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. Adakalanya dalam kondisi tertentu pemilik NPWP terpaksa harus menonaktifkan NPWP yang dimilikinya.

Memangnya bisa? Tentu saja. NPWP dapat dinonaktifkan asal sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditentukan oleh pihak yang berkaitan, yakni Dirjen pajak. Berikut adalah cara menonaktifkan NPWP dengan mudah.

Cara menonaktifkan NPWP manual

Form permohonan penghapusan NPWP. Foto: Pinterest

Cara klasik untuk melakukan penonaktifan NPWP adalah dengan melakukan pengurusan secara langsung di Kantor Pajak secara langsung. Pemohon kemudian mengajukan permohonan penghapusan NPWP secara tertulis. Permohonan secara tertulis ini merupakan salah satu syarat utama agar NPWP dapat dinonaktifkan.

Form permohonan penghapusan NPWP secara tertulis biasanya telah disediakan di kantor pajak. Namun, kamu juga bisa mendapatkannya di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan.

Setelah pengajuan permohonan selanjutnya pihak perpajakan akan meneruskan permohonan penghapusan ke KPP. Setelah permohonan diterima, pihak KPP akan memberikan surat tanda terima.

NPWP sejatinya berbeda dengan NOP. NPWP dalam prakteknya masih dapat dilakukan pengubahan bahkan penghapusan nomor sesuai permintaan subjek pajak. Berbeda dengan NOP yang tidak bisa dilakukan keduanya.

Menonaktifkan NPWP secara online

Selain secara langsung, kini pihak kantor perpajakan juga memberikan pelayanan perpajakan kepada masyarakat dengan lebih mudah melalui online. Tatacaranya pun cukup mudah dan tidak rumit.

Pertama, kamu hanya butuh mengisi formulir penghapusan NPWP. Jika di kantor pajak bentuk formulir langsung berupa kertas, saat mengurus secara online kamu akan mendapatkan formulir penghapusan NPWP yang berbentuk elektronik.

Formulir ini bisa kamu dapatkan dengan mengunduhnya langsung di aplikasi e-Registration yang ada di situs Dirjen Pajak.

Untuk mengurus penonaktifan NPWP secara online, ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi, yakni:

Memiliki formulir permohonan penghapusan NPWP yang didapatkan langsung dari aplikasi e-registration.

Melakukan permohonan penghapusan NPWP dengan mengunggah permohonan secara online, sesuai jangka waktu yang ditentukan.

Mengunggah berbagai persyaratan lain selain formulir permohonan penghapusan NPWP sebagaimana yang ditentukan.

Sebagai informasi, pengurusan penghapusan NPWP secara online dianggap batal atau tidak diajukan apabila dalam jangka waktu tertentu dokumen belum diterima KPP.

Jika permohonan diterima, maka bukti penonaktifan NPWP akan diterbitkan dan dikirimkan melalui email oleh pihak KPP.

Sejatinya mengurus penonaktifan NPWP tidak terlalu sulit. Jika pemilik NPWP sudah meninggal, pengurusan ini juga bisa dilakukan oleh ahli waris.

Untuk tips bisnis inspiratif lainnya, silahkan follow  Bisnika. (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button