Memahami strategi money management dalam investasi saham

Mencari keuntungan dalam pasar modal bisa dikatakan sebagai siapa yang memiliki strategi paling cepat dan baik akan mendapatkan keuntungan paling besar. Salah satu langkah mendapatkan keuntungan di pasar modal adalah dengan memahami strategi money management.

Money management dalam pasar bursa bisa dianggap sebagai ritme pernafasan yang membantu investor maupun trader dapat bertahan hingga finish. Selain money management sebagai ritme pernafasan investor juga membutuhkan mental pemenang, peralatan tempur terbaik dan fungsional, serta analisis dan investing plan terbaik.

Cara menggunakan strategi money management

Strategi investasi averaging up dan averaging down
Strategi investasi. Foto: Pinterest

Strategi money management dapat diartikan sebagai strategi investor atau trader dalam mengatur modal. Baik dalam membeli atau menjual saham, dalam rangka meminimalisir resiko kerugian.

Artinya seorang trader ataupun investor harus mengetahui seberapa banyak dana yang harus dikeluarkan saat investasi. Dengan cara mengatur alokasi dana per saham yang dimilikinya. Investor atau trader juga tidak boleh menggunakan seluruh modal investasi sekaligus.

Salah satu konsep money management yakni do not put all eggs in one basket  karena kita tidak akan pernah tahu kapan market akan bergejolak dan down. Meski kita sudah dibekali dengan analisis yang tepat, tidak ada yang bisa memprediksi kapan IHSG akan naik maupun turun sesuai dengan polanya sendiri.

Salah satu bentuk money management adalah dengan diversifikasi investasi. Kamu bisa membeli beberapa saham A, B, dan C. Pastikan jangan all in, dan selalu menetapkan porsi seberapa banyak dana yang bisa kamu alokasikan per saham.

Saat saham A B C naik, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan dan bisa menjual saham sesuai dengan target investasi plan yang sudah kamu tetapkan.

Sebaliknya, saat saham turun kamu harus menentukan apakah harus tetap menunggu, cut loss, atau melakukan average down untuk mengurangi kerugian. Saat average down inilah kamu membutuhkan money management.

Kamu harus tahu seberapa banyak dana cash yang kamu miliki dan berapa persen yang harus kamu alokasikan untuk melakukan average down pada saham yang turun. Sebenarnya money management seharusnya sudah kamu tentukan di awal investasi. Kapan harus membeli, take profit, cut loss , dan averaging down.

Bagaimana jika tempur tanpa memahami strategi money management?

Berinvestasi tanpa money management akan sangat beresiko. Tujuan strategi money management adalah untuk mengurangi kerugian sesuai dengan kondisi pasar yang terjadi saat itu.

Berinvestasi di pasar modal tanpa money management sama saja membiarkan uangmu terbakar habis dalam kerugian. Kamu bisa saja bertahan dengan floating loss. Tapi apa kamu tahu kapan floating loss akan berganti dengan profit?

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button