Menerapkan Cost Per Use agar lebih hemat dan terkontrol saat berbelanja

Apakah kamu merasa selama ini gaji yang kamu dapatkan habis untuk keperluan bulanan dan keinginan belanja semata? Penghasilan baru ditransfer namun sudah tinggal sedikit karena terlalu kalap untuk berbelanja? Itu artinya kamu perlu menerapkan cost per use saat berbelanja.

Dengan menerapkan prinsip cost per use kamu bukan hanya dapat mengontrol pengeluaran dan keinginan dalam membeli hal yang kurang penting, namun barang yang terbeli juga pasti akan bermanfaat dan bernilai guna.

Masalahnya, masih banyak khalayak ramai di luar sana yang masih tidak paham apa itu cost per use. Bagaimana cara menerapkannya, dan seberapa pentingnya menerapkan cost per use dalam setiap kegiatan belanja. Berikut ulasan selengkapnya!.

Definisi cost per use

Menerapkan Cost Per Use . Foto: Pinterest

Cost per use merupakan kegiatan memperhitungkan biaya yang akan kamu keluarkan di setiap pemakaian barang atau jasa. Apa maksudnya?

Sebagai contoh, kamu berfikir untuk membeli HP A di akhir tahun 2019 dengan harga 11jt. Dengan perkiraan HP ini akan tahan dengan jangka waktu pemakaian 4 hingga 6 tahun. Jadi, kamu bisa menghitung cost per use dengan membagikan  Rp11 juta dibagi 5 tahun. Hasil yang didapatkan adalah Rp6 ribu per hari.

Selanjutnya kamu bisa membandingkan jika kamu membeli HP B, dengan harga yang sama namun perkiraan ketahanan hanya 3 tahun hingga 5 tahun. Jika dihitung cost per use nya akan didapatkan hasil Rp7,5 ribu per hari.

Dari perhitungan ini kamu bisa mengetahui perbandingan biaya dari kedua produk dan keuntungan atau kelemahan saat memilih opsi ini. Mana yang lebih menguntungkan dan lebih hemat dari opsi yang akan kamu pilih ini.

Tidak bisa diterapkan untuk makanan siap konsumsi

Kelemahan cost per use adalah tidak bisa digunakan untuk memperhitungkan makanan siap saji. Alasannya karena makanan siap saji sangat terikat dengan exp date dan ketahanan makanan.

Namun ada trik untuk lebih hemat dengan memanfaatkan perhitungan cost per use pada makanan. Misalnya dengan memperhitungkan meal proportion. Atau memperhitungkan seberapa kecukupan bahan makanan segar untuk dikonsumsi nantinya. Apakah tahan 2 hari, 3 hari, atau bahkan satu minggu.

Meski strategi perhitungan cost per use sangat dibutuhkan untuk menghindari kalap berbelanja saat diskon, bukan berarti kamu dilarang membeli barang diskon. Yang dilarang adalah membeli secara berlebihan barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan sehingga akan sia-sia dan menimbulkan keborosan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button