Menjadi pendengar yang baik, salah satu kunci memotivasi

Pada saat kita menghendaki agar orang lain dapat mencari jalan sendiri, maka yang kita perlukan adalah memotivasi.
Mengajari atau tutoring, hanya akan menghasilkan orang-orang yang dapat bekerja dengan perintah. Pada saat tidak ada perintah, akan bisa kehilangan arah.
Lalu Apakah bedanya antara mengajari dan memotivasi? Pada mengajari kita menunjukkan jalannya. Pada saat memotivasi, solusi dibangkitkan dari si pemilik masalah sendiri. Dan menjadi pendengar yang baik adalah salah satu kunci kesuksesan memotivasi.

dalam memotivasi, sebetulnya kita meminta agar orang tersebut mengenali permasalahan-permasalahan nya secara lebih detail, mengenali pilihan-pilihan solusi, serta pada akhirnya memilih solusi dengan pengorbanan yang paling rendah.

Bagaimana menjadi pendengar yang baik

Menurut ahli psikologi Carl Rogers,”penghalang terbesar untuk komunikasi pribadi, adalah ketidak sanggupan seseorang untuk mendengarkan dengan cerdas dengan pengertian dan dengan perhatian pada orang lain”.

Sesuatu yang nampaknya sederhana, ternyata sangat sulit sekali untuk dijalankan. Barangkali penyebabnya adalah kamu orang yang aktif. Bagi seorang yang aktif mendengarkan adalah pekerjaan yang sukar. Kamu harus mempersiapkan jiwamu untuk mendengar dengan sabar.

Pengaruh memberi motivasi dengan cara mendengarkan

Pada saat diberi kesempatan untuk berbicara, orang akan merasa diterima, bisa menceritakan sudut pandangnya, mengurangi rasa permusuhannya, dan membuatnya lebih terbuka terhadap saran-saran.

Mendengarkan seseorang berbicara tentang dirinya sendiri secara bebas, adalah cara terbaik untuk dapat lebih mengenalinya. Meski kamu tidak harus mempercayainya. Namun dengan terus mendengarkan anda akan mengetahui lebih banyak tentang sikapnya penilaiannya dan kemampuannya.

Bahkan seringkali dengan bercerita, seseorang menjadi dapat menemukan jalan atau solusi bagi masalah yang sedang dihadapinya.

Jika memang mendengarkan itu banyak sekali manfaatnya, mengapakah mendengarkan tidak demikian populer? Karena kebanyakan orang akan melakukan salah satu dari hal berikut. Yang pertama adalah hanya pada masalahmu sendiri sehingga lupa mendengarkan. Yang kedua adalah Kamu segera memberi serentetan reaksi, memberikan suatu intruksi, menentang pandangannya, mengkritik atau menjelaskan sesuatu. Jika ityyang terjadi, maka saat itu juga berakhirlah masa mendengarkan kamu. Kamu sudah berubah menjadi menggurui.

Bagaimana? Bisakah kamu menjadi pendengar yang baik untuk memotivasi orang lain? Sehingga orang lain dapat aktif memecahkan masalahnya sendiri? Atau kamu baru bisa pada level menggurui?

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button