Pemerintah China mendesak Alibaba untuk melepaskan aset medianya

- Selasa, 16 Maret 2021 | 19:30 WIB
160345087_483226639685115_1312515632799510206_n
160345087_483226639685115_1312515632799510206_n


Pemerintah China menginginkan Alibaba group holding LTD. untuk segera melepaskan beberapa aset. Misalkan saja South China Morning Post yang membuat pihak pemerintah merasa khawatir bahwa media tersebut akan memberikan pengaruh terhadap opini publik di Cina. Bagian pemerintah yang ada di Beijing mengungkapkan kekhawatirannya akan Alibaba dan medianya.






https://www.instagram.com/p/CMeKya4D2g0/
Afiliasi China. Foto: Instagram




Pemerintah China sudah tidak suka dengan Alibaba dan afiliasinya Ant Group Co. sejak akhir tahun lalu





Tindakan menghapuskan data tersebut dari berbagai media sosial memicu kemarahan pemerintah Cina. Jujur saja pemerintah kaget dengan betapa cepatnya postingan tersebut bisa hilang. Hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran dan ini menjadi masalah serius bagi pihak pemerintah. Pihak pemerintah menganggap bahwa tindakan tersebut bisa menjadi kekuatan modal negara tetapi juga bisa sebagai musuh. Mereka sangat ketakutan bahwa Alibaba bisa saja mempergunakan aset media mereka untuk mengarahkan opini publik dan juga menciptakan informasi yang merugikan pemerintah Cina.





Jack Ma sebagai pendiri Alibaba ternyata secara diam-diam berinvestasi di bidang aset media online tersebut sudah berlangsung lama, sehingga dia memiliki aset di beberapa media online internasional. Misalkan saja BuzzFeed, Weibo, SCMP, dan lain-lain. Kekhawatiran pemerintah terhadap media yang dimiliki Alibaba dimulai saat terjadi skandal yang melibatkan Jian Fan. Jian Fan adalah anggota termuda yang ada di perusahaan e-commerce Alibaba. Namun postingan tentang skandal cepat sekali hilang dari berbagai macam media sosial. Misalkan Weibo.





Partai komunis menanggapi serius permasalahan ini





Ketika isu bahwa pemerintah Cina mulai memusuhi Alibaba dan afiliasinya, hal tersebut menyebabkan saham Weibo sempat turun ke angka 2,4% di dunia perdagangan Amerika Serikat. Kemudian saham Alibaba juga hanya mengalami sedikit perubahan saja. Partai komunis benar-benar menanggapi bahwa ini adalah ancaman yang serius bagi mereka terutama untuk memberikan propaganda. Namun perwakilan dari Alibaba yang ada di Cina dan juga Amerika Serikat tidak mau menanggapi komentar tersebut.





Awal permulaan mengapa pemerintah menganggap Ma tidak mau berpartisipasi secara sukarela adalah tentang pendapatnya yang menentang adanya pendekatan peraturan Cina yang berada di sektor keuangan. Akibat komentar tersebut memicu adanya kemarahan sehingga banyak sekali pihak yang mulai melakukan penyelidikan antitrust ke Alibaba. Pemerintah Cina benar-benar menjadi serius untuk mengekang perkembangan dari perusahaan raksasa teknologi tersebut. Setelah menargetkan konglomerat Pony Ma, besar kemungkinan bagian regulator keuangan yang ada di Tencent holdings juga akan diawasi semakin ketat. Namun sampai dengan hari ini masih banyak pihak yang mempertanyakan apakah Alibaba memang perlu untuk menjual seluruh aset medianya?

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Contoh CV untuk magang, kamu harus patuhi poin ini

Rabu, 24 November 2021 | 14:40 WIB

Promo mobil Wuling di GIIAS, test drive dapat hadiah

Jumat, 19 November 2021 | 15:32 WIB

Wuling gempur mobil listrik di Indonesia

Jumat, 19 November 2021 | 15:21 WIB

Interview online, ini hal yang harus kamu siapkan

Jumat, 19 November 2021 | 13:21 WIB

5 Crypto dalam gaming yang wajib kamu tahu

Senin, 15 November 2021 | 15:15 WIB

Inflasi menggerogoti nilai uang

Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:00 WIB

Mengenal istilah merger, akuisisi, dan right issue

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:00 WIB
X