Robot dan kecerdasan buatan mulai diaplikasikan di banyak rumah sakit

- Senin, 31 Mei 2021 | 08:00 WIB
photo-1592513809429-4a3458537099
photo-1592513809429-4a3458537099


Robot untuk menggantikan manusia sudah mulai terealisasi. Rumah sakit juga menjadi yang merealisasikan kemajuan teknologi tersebut. Ada banyak robot yang dioperasikan secara otomatis guna membersihkan penyakit agar bermacam-macam mikroorganisme berbahaya. Bahkan ada robot yang juga diaplikasikan untuk menghilangkan Covid-19. perkembangan teknologi lain yang juga mulai diterapkan di rumah sakit berupa kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan tersebut berguna untuk membantu dokter dalam menangani pasien Covid-19. Ternyata robot dan kecerdasan buatan sangat bermanfaat diterapkan dalam menghadapi pandemi covid-19 yang gelombangnya belum selesai juga ini.





-
Robot. Foto: Unsplash




Rumah sakit ada yang sudah pakai robot desinfektan





Rumah sakit los angeles sudah menggunakan obat desinfektan otomatis. Robot tersebut dapat mengoperasikan berbagai macam gelombang sinar UV yang bisa membunuh bakteri dan virus. robot ini memiliki sensor khusus dan juga sistem lainnya yang memungkinkan untuk menavigasi secara otomatis jika ada penghalang. kecanggihan lainnya adalah dapat menaiki lift dan membersihkan ruangan yang dianggap kotor dan diprogram untuk dibersihkan. Proses pembersihan akan berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit. Penggunaan sinar UV Cdapat membantu membunuh berbagai macam penyakit tetapi sinar tersebut juga berbahaya bagi manusia. Sehingga pada saat beroperasi di sekelilingnya tidak boleh ada manusia yang lewat. Fungsi inilah yang menyebabkan penggunaan robot menjadi pilihan yang tepat di rumah sakit los angeles. Teknologi tersebut merupakan buatan dari layanan desinfektan Xenex. robot semacam ini juga banyak diaplikasikan pada bandara bandara internasional yang sudah mulai beroperasi.





University of Waterloo mengembangkan robot dan kecerdasan buatan





Berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim University of Waterloo, mereka berhasil mengembangkan AI atau kecerdasan buatan yang bisa membantu dokter dalam mengindikasi Covid-19.





AI mampu membedakan berdasarkan hasil X-ray paru-paru pasien dan dapat memberitahukan informasi mengenai seberapa parahnya. Informasi dibandingkan dengan kemampuan para ahli paru-paru dan terbukti akurat.





Harapan ke depan, software AI dapat membantu dokter dalam mengelola pasien Covid-19. Berdasarkan hasil identifikasi software dapat membantu pihak rumah sakit dalam memberikan treatment yang tepat. Seperti harus memberikan oksigen atau memasukkan pasien ke ruang ICU. Alat AI buatan University of Waterloo dapat membantu beberapa rumah sakit di masa depan dan petugas medis yang bekerja sebagai garda terdepan.

Halaman:

Editor: Aang Riana Dewi - Bisnika.com

Tags

Terkini

Contoh CV untuk magang, kamu harus patuhi poin ini

Rabu, 24 November 2021 | 14:40 WIB

Promo mobil Wuling di GIIAS, test drive dapat hadiah

Jumat, 19 November 2021 | 15:32 WIB

Wuling gempur mobil listrik di Indonesia

Jumat, 19 November 2021 | 15:21 WIB

Interview online, ini hal yang harus kamu siapkan

Jumat, 19 November 2021 | 13:21 WIB

5 Crypto dalam gaming yang wajib kamu tahu

Senin, 15 November 2021 | 15:15 WIB

Inflasi menggerogoti nilai uang

Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:00 WIB

Mengenal istilah merger, akuisisi, dan right issue

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:00 WIB
X