Bukalapak cari investor untuk pendanaan IPO Rp 11,393,960,000,000

- Rabu, 16 Juni 2021 | 20:00 WIB
photo-1592503254549-d83d24a4dfab
photo-1592503254549-d83d24a4dfab


Bukalapak sebagai salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia sudah mencatatkan sahamnya di bagian Bursa Efek Indonesia (BEI). Ditargetkan bahwa perusahaan e-commerce tersebut ingin memperoleh dana sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat sampai dengan 800 juta dolar Amerika Serikat. Nilai 800 juta dolar Amerika Serikat tersebut setara terhadap Rp 11,393,960,000,000. Pengiriman terhadap proposal Bukalapak sudah diberikan kepada BEI. Pembukaan penawaran saham setelah adanya peningkatan tajam minat investor di bidang teknologi. Bidang teknologi yang ada di Asia Tenggara sedang berkembang pesat.





-
Saham. Foto: Unsplash




Diperkirakan Bukalapak akan menjual saham sebanyak 10 sampai dengan 15%





Dilansir dari Business Times, Bukalapak berkeinginan untuk menjual saham sebanyak 10 sampai dengan 15%. Valuasi dari saham setiap 1% sekitar US$4 juta sampai US$5 juta. Berdasarkan berita yang disampaikan melalui Berita Satu, nilai impor bisa sekitar 300 juta dolar Amerika. Sedangkan menurut sumber dari Business Times memperkirakan harga valuasi yang lebih tinggi berada di kisaran US$500 juta sampai US$800 juta. Tentunya semua nilai itu bergantung pada permintaan investor dengan melihat kondisi pasar.





Apabila target pendanaan terpenuhi maka perusahaan e-commerce tersebut akan bisa semakin mengibarkan sayapnya sebagai perusahaan e-commerce di Asia Tenggara. Sejumlah ahli ekonomi menilai bahwa Bukalapak masuk dalam perusahaan e-commerce dengan pertumbuhan yang cepat. Dikabarkan juga bahwa nilai barang dagang dari e-commerce itu dapat mencapai bruto yang nilainya sekitar US$40 miliar pada tahun 2020 silam. Setidaknya di tahun ini perusahaan e-commerce tersebut diperkirakan sudah memegang pangsa pasar sebanyak 7%.





Perusahaan buka akses permodalan





Bukalapak yang sudah beroperasi selama 10 tahun menginginkan akses permodalan terbuka. Diharapkan dengan pendaftaran saham dapat membuka dan meningkatkan transparansi usaha. Walaupun memang belum diketahui nama calon perusahaan yang akan melakukan IPO. Setidaknya perusahaan tersebut sudah memiliki 13,5 juta penjual online dan 100 juta pengguna. Kemudian pada tahun 2020, Microsoft sempat bekerja sama dengan Bukalapak. Bukalapak resmi mengadopsi Microsoft azure untuk menjadi platform cloud mereka.


Editor: Administrator

Tags

Terkini

Contoh CV untuk magang, kamu harus patuhi poin ini

Rabu, 24 November 2021 | 14:40 WIB

Promo mobil Wuling di GIIAS, test drive dapat hadiah

Jumat, 19 November 2021 | 15:32 WIB

Wuling gempur mobil listrik di Indonesia

Jumat, 19 November 2021 | 15:21 WIB

Interview online, ini hal yang harus kamu siapkan

Jumat, 19 November 2021 | 13:21 WIB

5 Crypto dalam gaming yang wajib kamu tahu

Senin, 15 November 2021 | 15:15 WIB

Inflasi menggerogoti nilai uang

Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:00 WIB

Mengenal istilah merger, akuisisi, dan right issue

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Investor asing vs investor domestik

Senin, 4 Oktober 2021 | 19:00 WIB
X