Investasi Malah Bikin Miskin! Kok Bisa?

- Kamis, 2 September 2021 | 08:00 WIB
83264692_549784412276775_3943403478167752456_n
83264692_549784412276775_3943403478167752456_n


Pasti kebanyakan dari kita menginginkan keuntungan yang sangat besar dari sebuah aset yang telah kita alokasikan untuk berinvestasi, namun ternyata kenyataanya tak begitu. Sebab investasi tak semudah yang dibayangkan, jika aset atau dana telah kita investasikan maka kita akan mendapatkan keuntungan besar. Dalam berinvestasi untung maupun rugi adalah hal wajar, namun kita harus tetap bisa bagaimana caranya untung dalam berinvestasi, namun ternyata ada investasi justru bikin kita rugi dan bisa aja jatuh miskin, kok bisa? Yuk simak, investasi seperti apa ya kira-kira





Investasi yang hanya ikut-ikutan saja, bisa bikin rugi





Dalam berinvestasi kita perlu pemahaman dan pengetahuan terlebih dahulu, tidak bisa asal begitu saja, apalagi investasinya dengan motif ikut-ikutan. Sama saja kita berjalan ditengah hutan yang sangat gelap dan kita tak tahu arah. Iya kalau untung, kalau justru malah buntung gimana coba. Untuk itu sebelum kita mulai berinvestasi kita harus memahami terlebih dahulu agar tahu apa aja risikonya nantinya yang akan muncul.





Investasi karena banyak yang bilang bikin cepet kaya





Pasti kita sering mendengar investasi ini lho langsung untung, bisa kaya mendadak kayak si itu, modalnya minim tapi untungnya banyak. Namun ternyata ujung-ujungnya hanya jebakan yang berkedok investasi. Pasti jika mendengar bikin cepat kaya, rata-rata orang langsung tergiur sehingga ingin ikut mencobanya.





Berinvestasi namun hanya ingin untung saja, tanpa paham risikonya





Rata-rata orang yang baru memulai berinvestasi pasti hanya berfokus pada keuntungan semata, sehingga banyak orang yang terjebak akan statement “untung”. Padahal setiap investasi pasti memiliki risiko, entah itu saham, reksadana maupun obligasi dan lainnya. Akhirnya jebakan tersebut membuat kita justru kehilangan modal yang telah kita investasikan.





Investasi hanya dijadikan konsumsi semata





Hal ini mungkin sering terjadi pada orang-orang yang memiliki gaya hidup hedonis, yang sering beli barang-barang mewah dan mahal, iya memang benar seiring berjalannya waktu nilai barang-barang tersebut bisa naik. Namun jika kita tidak tepat mengelolanya, maka akan membuat barang-barang tersebut tak bernilai. Karena kita menggunakannya hanya untuk konsumsi semata, bukan membelinya untuk dijual kemudian jika harganya naik. 

Halaman:

Editor: Fatikha Rizqya Nur - Bisnika.com

Tags

Terkini

Contoh CV untuk magang, kamu harus patuhi poin ini

Rabu, 24 November 2021 | 14:40 WIB

Promo mobil Wuling di GIIAS, test drive dapat hadiah

Jumat, 19 November 2021 | 15:32 WIB

Wuling gempur mobil listrik di Indonesia

Jumat, 19 November 2021 | 15:21 WIB

Interview online, ini hal yang harus kamu siapkan

Jumat, 19 November 2021 | 13:21 WIB

5 Crypto dalam gaming yang wajib kamu tahu

Senin, 15 November 2021 | 15:15 WIB

Inflasi menggerogoti nilai uang

Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:00 WIB
X