Olshop bakal dikenakan tarif pajak, emang iya?

- Senin, 20 September 2021 | 23:55 WIB


Penghasilan yang dimiliki oleh para pemilik online shop tidak bisa disepelekan. Penghasilan mereka bisa berkisar antara jutaan rupiah hingga milyaran rupiah. Hal itu menimbulkan peraturan baru dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bahwa pemilik bisnis online akan dikenakan wajib per 1 Desember 2020. Olshop bakal dikenakan tarif pajak sebesar 10 persen dari harga beli produk. Lebih jelasnya para pemilik bisnis online yang memasarkan pada marketplace. Marketplace sekalipun tetap akan dipungut pajak, sehingga pebisnis online wajib tahu.





Jenis – jenis pajak yang perlu diketahui





-
pajak. Foto: Pinterest




Pajak pertambahan nilai yang dikenakan bagi Olshop





Kasus dalam pengenaan pajak bagi pebisnis online yaitu Pajak Pertambahan Nilai. Pajak Pertambahan Nilai atau yang dikenal dengan PPN diberikan kepada Pengusaha Kena Pajak (PKP)  yang memiliki omset di atas 4,8 miliar per tahun. Pengusaha tersebut termasuk pengusaha online maupun offline dan yang bergerak di bidang digital pun akan tetap dikenakan pajak. Marketplace yang dimaksud meliputi Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada dan lainnya.





Harga beli suatu produk yang telah ditentukan oleh penjual apakah akan dikenakan pajak juga atau sudah termasuk pajak. Pengusaha Kena Pajak akan menyetorkan pembayaran pajaknya ke kas negara melalui Kantor Pajak setempat. Pengusaha online sudah apabila sudah membayar kewajiban pajaknya, maka akan mendapatkan faktur pajak dari supplier atau distributor.





Faktur pajak dapat digunakan sebagai pengurang ketika Pengusaha Kena Pajak yang menjual produknya di marketplace akan membayar PPN atas penjualan barang kepada produsen. Perlu diketahui bahwa faktur pajak jarang diterbitkan untuk online shop, hal ini dikarenakan mayoritas pelaku bisnis online shop tidak mau terbuka akan identitasnya termasuk NPWP. Selain untuk menghindari membayar pajak, mereka tidak memiliki perusahaan.





Per 1 April 2018, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) telah mewajibkan produsen, supplier, maupun distributor untuk menerbitkan faktur pajak untuk keperluan transaksi dengan pengusaha onine shop. Alasannya agar pengusaha online shop dapat diawasi terlebih bagi mereka yang memiliki NPWP.

Halaman:

Editor: Lisdiana Safitri

Tags

Terkini

Contoh CV untuk magang, kamu harus patuhi poin ini

Rabu, 24 November 2021 | 14:40 WIB

Promo mobil Wuling di GIIAS, test drive dapat hadiah

Jumat, 19 November 2021 | 15:32 WIB

Wuling gempur mobil listrik di Indonesia

Jumat, 19 November 2021 | 15:21 WIB

Interview online, ini hal yang harus kamu siapkan

Jumat, 19 November 2021 | 13:21 WIB

5 Crypto dalam gaming yang wajib kamu tahu

Senin, 15 November 2021 | 15:15 WIB

Inflasi menggerogoti nilai uang

Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:00 WIB
X