Perbedaan investasi langsung di saham dan reksadana saham

- Senin, 4 Oktober 2021 | 06:13 WIB


Saham dan reksadana saham merupakan instrumen investasi. Reksadana cocok digunakan untuk kamu yang belum terlalu memahami investasi saham, karena investasi yang kamu lakukan akan dikelola oleh seorang manajer investasi, hanya saja yang perlu diperhatikan yaitu kredibilitas manajer w investasi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).





Saham dan reksadana saham





-
saham. Foto: Pinterest




Pada umumnya reksadana terbagi dalam empat jenis meliputi saham, pasar uang, pendapatan tetap, serta campuran. Keuntungan berinvestasi pada reksadana saham adalah kamu tidak harus selalu mengamati, menganalisis pasar serta mengamati adanya kenaikan NAB (Nilai Aktiva Bersih). NAB menggambarkan total kekayaan reksadana setiap harinya. Nilai ini tergantung pada aksi jual dan beli yang dilakukan oleh investor itu sendiri, juga dipengaruhi oleh harga saham yang terjadi di pasar.





Reksadana saham sendiri memiliki alokasi lebih dari 50 persen pada saham, maka harga saham memiliki pengaruh signifikan. Bagaimana jika harga saham A naik 10 persen, apakah NAB juga akan naik? Jawabannya bisa iya atau tidak bahkan tetap. Peningkatan NAB dapat terjadi jika manajer investasi menempatkan banyak dananya pada saham tersebut. Sedangkan terjadi penurunan apabila manajer investasi tidak menempatkan dana pada saham tersebut.





Kinerja serta keuntungan reksadana





Jika dibandingkan dengan kinerja saham – saham lapis pertama atau bluechip, tentunya kinerja reksadana masih jauh di bawah kinerja investasi di saham secara langsung. Hanya saja tingkat risikonya memang lebih rendah dibanding dengan investasi pada saham secara langsung.





Reksadana sendiri memiliki keuntungan atau return yang stabil setiap tahunnya dan dikelola oleh Manajer Investasi yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangka waktu untuk berinvestasi di reksadana sendiri dapat dikatakan masuk kategori jangka panjang atau long term. Pengetahuan dalam berinvestasi reksadana tidak terlalu dibutuhkan, hal ini dikarenakan dana akan dikelola penuh oleh Manajer Investasi. Risiko reksadana pun bermacam – macam mulai dari rendah hingga tinggi dan fee lebih murah jika dibandingkan saham.

Halaman:

Editor: Lisdiana Safitri

Terkini

Contoh CV untuk magang, kamu harus patuhi poin ini

Rabu, 24 November 2021 | 14:40 WIB

Promo mobil Wuling di GIIAS, test drive dapat hadiah

Jumat, 19 November 2021 | 15:32 WIB

Wuling gempur mobil listrik di Indonesia

Jumat, 19 November 2021 | 15:21 WIB

Interview online, ini hal yang harus kamu siapkan

Jumat, 19 November 2021 | 13:21 WIB

5 Crypto dalam gaming yang wajib kamu tahu

Senin, 15 November 2021 | 15:15 WIB

Inflasi menggerogoti nilai uang

Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:00 WIB
X