Peduli lingkungan, 2030 nanti Jepang akan hentikan penjualan mobil bertenaga bensin

Pada Jum’at, 25 Desember 2020 kemarin pemerintah Jepang berencana untuk memblok penjualan mobil bertenaga bensin kelak. Rencananya, Jepang akan menghentikan penjualan mobil bertenaga bensin pada pertengahan tahun 2030-an.

Rencana menuai banyak kontra

Rencana menghentikan penjualan mobil bertenaga bensin yang diambil pemerintah Jepang, menyusul keputusan sama yang telah diambil oleh sebagian besar negara di Eropa.

Tentu saja, keputusan ini dihadapkan pada penolakan oleh para eksekutif otomotif. Utamanya di negara yang hingga kini masih memproduksi jutaan mobil ber bahan bakar bensin di setiap tahunnya.

Pemimpin Toyota Motor Corporation bahkan juga memberikan kritik pada pemerintah Jepang. Menurutnya, peralihan ini terlalu cepat dan beresiko akan melumpuhkan industri mobil.

Pasalnya, dikhawatirkan penggunaan mobil bertenaga listrik kelak akan berdampak buruk pada jaringan listrik. Dikhawatirkan jaringan listrik terlalu banyak digunakan, utamanya pada musim panas.

Selain itu,  sebagian besar tenaga listrik di Jepang dihasilkan dengan metode pembakaran bahan bakar fosil.

Meski melarang penjualan mobil bertenaga bensin pada 2030, Jepang tetap mengijinkan penggunaan teknologi Hybrid. Teknologi hybrid merupakan teknologi gabungan mesin berbahan bakar bensin dan listrik.

Penggunaan bensin untuk bahan bakar kendaraan berdampak buruk

Ahmad Safrudin yang memangku jabatan sebagai Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin mengimbau masyarakat Indonesia untuk berhenti membeli BBM dengan tenaga oktan rendah.

Adapun BBM yang dimakhsud adalah Premium (beroktan 88) dan jenis Pertalite (beroktan 90). Meski dinilai murah dan lebih hemat, nyatanya penggunaan BBM tersebut memiliki dampak buruk.

Bagi kendaraan, BBM dengan oktan rendah akan menimbulkan lebih banyak knocking pada mesin. Kerja mesin yang lebih cepat bukan hanya akan menimbulkan pemborosan BBM, namun juga akan mempercepat terjadinya kerusakan pada mesin.

Disamping buruk bagi mesin, BBM ini juga akan memperbesar emisi CO dan HC pada sistem keluarannya. Akibatnya dampak polusi udara dan polusi lingkungan dapat memperparah efek rumah kaca dan pemanasan global.

Anggapan BBM dengan oktan rendah memiliki harga yang murah akan terbantahkan.

Penjualan mobil bertenaga bensin
Pengisian bahan bakar. Foto: unsplash

Pasalnya, ongkos yang ditanggung masyarakat akan menjadi besar. Baik itu ongkos perbaikan mesin, ongkos BBM yang lebih boros. Dan parahnya lagi ongkos kerusakan lingkungan yang tidak dapat terbayarkan oleh apapun.

Karena hal inilah, dapat dimaklumi adanya keputusan pemerintah Jepang menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin. Pemerintah Jepang hanya berupaya mengurangi dampak pada lingkungan dan menyelamatkan mesinmu dari kerusakan lebih lanjut.

Untuk berita bisnis inspiratif lainnya, follow Bisnika ini.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button