Pembangunan ekonomi dan tenaga kerja industri Indonesia melalui BUMN

Justin Eisner Foto: unsplash.com

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional atau IP PEN, perusahaan dengan pelat merah akan menerima suntikan dana dari pemerintah. 5 BUMN yang menerima dana tersebut antara lain PT Garuda Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara III, PT Krakatau Steel (Tbk) dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional.Lalu bagaimana korelasi dan perannya dalam pembangunan ekonomi?

Rincian dana yang didapat adalah sebagai berikut PT Garuda sebesar Rp. 8,5 triliun, KAI sebesar Rp. 3,5 triliiun, PTPN III sebesar Rp. 4 triliun, PT Krakatau sebesar Rp. 3 triliun, dan Perumnas sebesar Rp. 700 miliar.

Pemerintah mengalokasikan dana ini dalam program PEN untuk korporasi dengan skema PMN. Skema ini tertuang dalam beleid Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/PMK/06/2020.

Skema bantuan pembangunan ekonomi

Pembiayaan ini dibagi menjadi dua model yaitu obligasi wajib konversi untuk PT Garuda Indonesia dan Krakatau Steel. Sedangkan obligasi konversi untuk PT KAI.

Meirijal Nur meminta SMI mengawal progres investasi yang diberikan pemerintah dan menginformasikan rencana yang akan diambil oleh BUMN yang menerima dana.

Selain kelima BUMN di atas, empat perusahaan BUMN lainnya sepakat terhadap pembangunan Telecommunication and Media Institute (TMI) di antaranya adalah PT Telkom, PT Dana Reksa, PT PPA, dan PFN.

Pembangunan ekonomi dimulai dengn pembangunan manusia

Pembangunan TMI ini bertujuan untuk mencetak tenaga kerja di bidang industri kreatif. Dalam melahirkan ‘world class leaders’ dan talenta, Learning and Research Institutes hadir sebagai pusat inovasinya.

Tujuan dari Learning and Research Institutes ini adalah mempercepat praktik manajemen BUMN berstandar global, berkapabilitas digital, dan mampu membangun teknologi spesifik sesuai kebutuhan BUMN.

Sehingga, keempat BUMN tadi menandatangani Nota Kesepahaman pembentukan TMI. Tujua nota

mendukung penyediaan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri kreatif di Indonesia.

PT Telkom, Perum PFN, Dana Reksa, dan PPA dipilih karena kolaborasi keempatnya memungkinkan langkah strategis.

Langkah strategis tersebut berupa pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat peningkatan kompetensi dan sertifikasi, dan meningkatkan kemampuan industri film dan konten nasional.

Dari kedua pengembangan di atas memiliki tujuan di sektornya masing-masing. Dengan suntikan dana dari pemerintah, diharapkan BUMN dapat kembali bangkit dan berkembang seperti sedia kala, membuat progres berarti dari dana investasi.

Keempat BUMN berikutnya dikolaborasikan untuk membangun sektor industri kreatif untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan maju agar bisa bersaing. Pemerintah menunjukkan kepedulian yang besar dalam menjangkau peluang industri film di kancah internasional. Ini merupakan langkah yang cukup baik dan bijak untuk membangun kembali Indonesia setelah pandemi.

Demikian informasi tentang pembangunan ekonomi BUMN. Ikuti informasi lainnya di sini.

Baca juga : Bangkit dari keterpurukan, bisnis real estate dan properti di Bali masih terus dikembangkan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button