Pembatasan sosial berskala terus diperpanjang, permintaan bahan bakar minyak menurun

Virus corona memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian dunia. Pembatasan sosial yang diterapkan di berbagai penjuru dunia membuat permintaan bahan bakar minyak menurun.

Harga minyak telah turun lebih dari 3% pada hari Senin, 21 Desember 2020 kemarin, akibat virus corona baru tanpa gejala yang menyebar dengan cepat. Cepatnya laju penularan virus mengakibatkan penutupan sebagian besar wilayah Inggris, dan diberlakukannya pembatasan sosial skala besar di Eropa.

Diperpanjangnya pembatasan perjalanan akan memperburuk permintaan bahan bakar minyak

Pembatasan perjalanan dan pembatasan sosial yang diberlakukan selama beberapa minggu ke depan, akan mempersulit rencana OPEC dalam rangka meningkatkan produksi minyak secara bertahap. Pasalnya, pembatasan perjalanan akan menurunkan kebutuhan minyak dan bahan bakar sehingga permintaan dunia terhadap bahan bakar akan semakin menurun.

Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar $ 1,85, atau 3,5%, menjadi $ 50,41 per barel pada 11:06, 21 Desember kemarin. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate mengalami penurunan sebesar $ 1,79, atau 3,7%, menjadi seharga $ 47,31.

Analis minyak UBS, Giovanni Staunovo mengatakan, pembatasan sosial yang terus terjadi di sebagian besar wilayah Eropa telah memicu kekhawatiran tentang harga minyak mentah. Permintaan bahan bakar akan menurun drastis, sehingga harga minyak diramalkan atap tetap turun, apabila penyebaran virus ini tidak kunjung usai.

Virus COVID-19 jenis baru semakin memperburuk keadaan

Semua ini dikarenakan jenis COVID-19 baru 70% lebih mudah ditularkan daripada virus sebelumnya. Virus baru ini lebih membahayakan dan meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap virus yang telah menewaskan sekitar 1,7juta orang dari penjuru dunia. Adapun penularan virus corona baru juga terdeteksi di beberapa negara lainnya seperti Australia, Belanda dan Italia.

Analis Rystad Energy, Louise Dickson menambahkan bahwa virus corona baru ini telah menghancurkan harapan para pebisnis minyak. Awalnya, pebisnis minyak memberikan harapan besar terhadap vaksin covid, dan optimis pemberian vaksin pada masyarakat dapat menahan harga Brent di atas $ 50 per barel.  Sayangnya, harapan ini harus sirna karena berkembangnya virus corona baru yang kembali menurunkan harga minyak dunia dalam sekejap.

Pembatasan sosial. Foto: Unsplash

Pemulihan harga minyak dunia lebih lambat dari perkiraan

Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak memperkirakan pemulihan harga pasar minyak global berkembang lebih lambat dari perkiraan. Sebelumnya analis memperkirakan hanya dalam satu tahun virus corona dapat diatasi dan harga minyak dapat kembali stabil. Namun virus corona baru yang kini mengancam menghancurkan segalanya. Diperkirakan pemulihan ini dapat memakan waktu dua hingga tiga tahun.

Ingin tahu lebih banyak informasi bisnis? Follow bisnika.hops.id

Baca juga : Pengidap depresi yang mendirikan Nasty Gal, Kisah Sophia Amorusom

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button