Pemerintah perpanjang PPKM Mikro, tuntaskan covid dan pemulihan ekonomi

Setelah pemberlakukan PPKM Jawa-Bali selama beberapa pekan dan disusul dengan pemberlakuan PPKM mikro ke berbagai daerah tertentu, sekali lagi pemerintah perpanjang PPKM Mikro. Tujuannya untuk segera menuntaskan kasus covid yang semula melonjak agar pemulihan ekonomi dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Pemerintah perpanjang PPKM Mikro hingga 8 Maret 2021

Meski PPKM Jawa-Bali sebelumnya sudah sangat menggegerkan, pemerintah tetap memutuskan untuk memperpanjang kembali PPKM Mikro. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mewakili pemerintah Indonesia mengatakan, PPKM mikro akan diperpanjang hingga 8 Maret 2021 mendatang.

Lebih lanjut Airlangga menyatakan bahwa PPKM yang dilakukan sebelumnya, terbukti menurunkan jumlah kasus aktif Covid-19 dengan signifikan.

Terbukti dengan tren kasus aktif di lima provinsi utama yaitu DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Banten, dan DI Yogyakarta mulai mengalami penurunan.

Kalau PPKM sudah berjalan dengan baik, mengapa masih diperpanjang? Tujuannya adalah agar kasus covid-19 terus menurun sehingga nantinya diharapkan pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan lebih cepat.

PPKM sebelumnya sudah menekan kasus covid-19 di beberapa daerah

Secara merata, dari beberapa provinsi besar di Indonesia menunjukkan penurunan jumlah pasien yang terinfeksi covid-19 dengan signifikan.Bahkan tingkat keterisian rumah sakit dalam skala nasional juga sudah menurun.

Di provinsi Jawa Tengah, keterisian pasien di berbagai Rumah Sakit sudah berada di batas di 44 persen. Provinsi Banten pasien berada di angka 68 persen, sedangkan DKI Jakarta di angka 66 persen. Lebih lanjut, provinsi Jawa Barat, DIY, dan Bali berturut-turut menunjukkan keterisian seberan 61 persen, 61 persen dan 60 persen.

Mobilitas masyarakat selama PPKM sudah menurun

Pemerintah perpanjang PPKM Mikro
Perpanjangan PPKM. Foto: Pinterest

Dipantau dari google mobility, pemerintah memantau mobilitas masyarakat dari berbagai sektor.

Berdasarkan perincian Airlangga, di sektor retail mobilitas turun 22 persen. Untuk sektor makanan, apotik dan toko makanan penurunan mobilitas masyarakat sudah turun 3 persen.

Beralih ke fasilitas umum, mobilitas turun hingga hingga angka 25 persen. Untuk sektor transportasi turun 36 persen dan mobilitas masyarakat di perkantoran turun 31 persen.

Penurunan mobilitas masyarakat selama PPKM membuktikan bahwa pemberlakukan PPKM sangat efektif untuk mencegah interaksi secara intens antar masyarakat yang mungkin menyebabkan penularan virus covid-19.

Pemerintah berharap selama PPKM masyarakat tetap mematuhi ketentuan, menjaga kesehatan, dan tetap bekerja dari rumah. Dengan begini diharapkan kasus covid-9 dapat ditekan dengan lebih cepat didukung dengan pemberian vaksin kepada pihak-pihak yang paling membutuhkan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button