Pengguna mobile banking dan internet banking? Coba perhatikan bentuk kejahatan ini

Apa itu cyber crime?

Pengertian, Bentuk dan Tindak Pidana Cyber Crime - KajianPustaka.com

Cyber crime merupakan segala aktivitas kejahatan yang dilakukan dengan komputer atau dengan kata lain tindak kejahatan dengan menggunakan alat atau sarana jaringan komputer. Kejahatan online ini marak terjadi, terutama di dunia perbankan. Mengapa demikian? Karena mobilitas di dunia perbankan sangatlah padat. Terjadi ratusan transaksi setiap harinya di seluruh dunia. Apalagi di zaman sekarang yang semua kegiatan perbankan dapat dilakukan dengan handphone (HP). Dunia perbankan juga memanfaatkan kemajuan teknologi dengan membuka layanan mobile banking (m-banking), sehingga para nasabah tidak perlu lagi datang secara langsung ke bank.

Tentunya, para penjahat di dunia online memanfaatkan moment tersebut untuk mencuri data pribadi para nasabah. Untuk itu, sebagai seorang nasabah hendaknya harus pintar dan jeli jika menggunakan internet banking dan mobile banking. Kamu tidak boleh lalai dan meremehkan dengan tidak mencari tahu apa saja cyber crime yang dapat terjadi.

Apa saja tindak kejahatan cyber itu?

1. Pishing

Pishing adalah tindakan kejahatan yang dilakukan individu atau kelompok untuk mencuri data pribadi seseorang, mulai dari data pribadi (nama, tanggal lahir, nama orang tua, nomor Hp, dll.), data identitas diri (KTP, NPWP, KK, dll.), data mobile banking (nomor password, nomor rekening, dll.)

Web yang asli adalah ketika kamu memasukkan URL maka akan ada gambar gembok di sisi sebelah kirinya. Karena tindak kejahatan bisa saja membuat web yang palsu dan memaksa kamu untuk login. Jadi perhatikan betul huruf abjad untuk alamat web kamu.

2. Malware

Yaitu teknik membobol rekening nasabah dengan internet banking dengan cara menginfeksi browser internet nasabah. Malware dapat mengambil alih internet banking nasabah dan memasukkan transaksi sesuai keinginan pelaku. Hal ini dapat dihindari dengan tidak menggunakan komputer dan wifi secara umum, usahakan milik sendiri. Perlu waspada jika disuruh memasukkan kode token, hindari mengakses atau mengunduh file dari alamat web yang tidak jelas, dan segera hubungi call center bank resmi jika terjadi transaksi yng mencurigakan.

3. Typosite

Yaitu membuat alamat web yang mirip dengan milik internet banking resmi. Tujuannya yaitu untuk memasukkan username, password, dll. Bedanya halaman web palsu tidak bisa menampilkan nama lengkap nasabah karena pelaku tidak memiliki informasinya. Sehingga nasabah perlu teliti jika memasukkan alamat internet banking yang akan dituju.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button