Penyebab pinjol ilegal sulit dibasmi meski OJK aktif memblokir dan memberantasnya

Mendapatkan dana pinjaman melalui pinjol memang diakui lebih mudah dan praktis dibandingkan mendapatkan dana pinjaman melalui perbankan dan lembaga keuangan. Selain itu, pinjol juga tidak membutuhkan penahanan jaminan sehingga membuat debitur lebih nyaman dengan sistemnya. Namun beda ceritanya kalau menggunakan pinjol ilegal. Nampaknya prosesnya cepat, tapi sengsara belakangan. Mengapa sih pinjol ilegal sulit dibasmi?

Tidak ada masalah tentang meminjam uang di pinjol. Terlebih pinjol memang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengatasi berbagai masalah keuangan dengan lebih mudah dengan keunggulan yang ditawarkannya.

Yang menjadi masalah adalah saat masyarakat mulai ngawur mengajukan pinjaman ke pinjol ilegal yang jelas-jelas sangat berbahaya, tidak diawasi OJK, dan beresiko terjadi penyebaran identitas sebagaimana banyak kasus yang kita temui belakangan ini.

Sebenarnya pemerintah melalui OJK dan jajarannya tidak pernah berhenti untuk melakukan penghentian dan pemblokiran pada aplikasi pinjol ilegal. Namun sangking banyaknya platfrom pinjol ilegal, mereka terus muncul dan melumpuhkan korbannya setiap saat.

Tapi apa penyebab pinjol ilegal sulit dibasmi? Berikut pembahasannya.

Proses verifikasi pinjol legal ketat

Pinjol ilegal. Foto: Pinterest

Mereka yang menggunakan pinjol ilegal biasanya mereka yang sudah dalam keadaan terdesak dan tidak memiliki pilihan lain. Mengapa tidak mengajukan pinjaman di pinjol legal yang diawasi OJK? Alasannya karena pinjol legal biasanya membutuhkan verifikasi secara ketat dan tidak sembarangan. Hanya sekitar 50% dari disebabkan permohonan pinjaman oleh masyarakat yang akan diacc sesuai prosedur ketatnya.

Berbeda dengan pinjol illegal yang cenderung asal meng ACC pinjaman nasabah.Hal ini lah yang menyebabnya penggunaan pinjol illegal tetap tinggi dan menjadi solusi buntu bagi masyarakat.

Tingginya permintaan kredit

Indonesia memiliki gap yang tinggi antara permintaan kredit dengan penyediaan kredit. Selisih ini bahkan mencapai Rp 1.650 triliun setiap tahunnya. Sementara fintench di tahun 2020 kemarin baru bisa merealisasikan penyaluran kredit di kisaran angka Rp74 triliun.

Gap yang terlalu besar ini memaksa masyarakat memilih layanan pinjol ilegal sebagai media pemberian kredit yang mudah dan cepat. Utamanya di saat-saat terdesaknya.

Regulasi yang tidak disampaikan di awal

Keuntungan mendapatkan kredit di pinjol ilegal adalah lantaran bisa mendapatkan dana pinjaman cepat sesuai keinginan. Tapi, regulasi pinjol ilegal biasanya menjebak sehingga banyak nasabah yang tertipu. Baik itu tentang tenggat waktu, bunga, angsuran, dan lain-lain.

Berbeda dengan pinjol legal yang cenderung lebih selektif dengan berbagai aturan ketat yang disampaikan diawal dan harus terpenuhi.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button