Perdagangan crypto kian berkembang, bank-bank besar mulai melirik cryptocurrency

Perdagangan crypto kian berkembang, kini bank-bank besar yang semula meremehkan mata uang kripto berubah sikap. Wall Street kini mulai menaruh perhatian terhadap crypto dan mulai mempertimbangkan penerbitan mata uang digital.

Padahal sebelumnya cryptocurrency dianggap sebagai salah satu investasi aneh, tidak stabil, dan cukup riskan untuk dilakukan.

Bukan hanya Wall Street yang mulai memutuskan untuk melakukan penerbitan mata uang digital, langkah ini juga diikuti oleh bank-bank besar di seluruh bagian dunia.

Perkembangan mata uang crypto kian pesat

Dogecoin. Foto: Pinterest

Investasi di mata uang crypto semakin populer setelah pergeseran investasi dari saham ke cryptocurrency. Hal ini disebabkan karena pasar modal yang kian fluktuatif, susah berkembang, dan pemulihan pasar yang cukup lama.

Berbeda dengan cryptocurrency yang dianggap memberikan keuntungan lebih besar dan menjanjikan. Selain itu, pemulihan terhadap pasar cryptocurrency juga dianggap lebih cepat.

Saat ini beberapa mata yang dianggap paling laris dan menjanjikan adalah bitcoin dan dogecoin. Bitcoin ini diperdagangkan dengan harga yang bahkan lebih tinggi dari US$ 50.000 per token. Sedangkan Dogecoin, crypto yang awalnya dimulai sebagai lelucon kini bahkan berkembang sebagai salah satu mata uang digital terbesar.

Meski Bank dunia mulai melirik, keraguan terhadap crypto tetap muncul

Meski anggapan bank-bank dunia terhadap mata uang crypto mulai positif, keraguan tetap lah hadir di dalamnya. Alasan atas keraguan ini diyakini karena cryptocurrency hingga kini masih berkutat dengan persoalan regulasi di berbagai negara. Begitu pula di Indonesia.

Kasus tentang gugatan dan masalah cryptocurrency sudah banyak bergulir di ranah international. Pada Desember 2020 lalu bahkan Komisi Sekuritas dan Bursa AS telah melayangkan gugatan kepada platform crypto Ripple dan kepemimpinannya.

Platform crypto Ripple diduga telah menjual ilegal sekuritas dalam bentuk mata uang crypto XRP yang tidak terdaftar. Dengan perkiraan nilai yang cukup fantastis, yakni US$ 1,3 miliar.

Kasus-kasus seperti diataslah dengan berbagai ketidakpastian regulasi yang besar bagi mata uang crypto dianggap sebagai hambatan. Sehingga membuat crypto sulit untuk terlibat dengan bank yang pada dasarnya memiliki regulasi dengan aturan yang cukup ketat.

Selain itu, ketidakpastian ini membuat crypto cukup menakutkan bagi perusahaan yang ingin ikut andil dalam kegiatan ini.

Perkembangan crypto dianggap sebagai gangguan

Ditengah euforia investor crypto akan keuntungannya, banyak pihak yang menganggap peningkatan perkembangan crypto akan menandakan gangguan yang cukup besar.

CEO Goldman Sachs, David Solomon bahkan berpendapat bahwa peningkatan pesat cryptocurrency bisa saja menandakan akan terjadinya gangguan dan perubahan besar tentang tata cara pergerakan uang di seluruh dunia.

Dan jika terus terjadi, bank tidak bisa diam saja. Karena crypto dianggap sebagai produk keuangan baru, maka bank harus terlibat di dalamnya dan melakukan kendali keuangan akan mata uang digital ini.

Begitulah perdagangan crypto kian berkembang. Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button