Potensi Nuklir Indonesia besar, ke depannya dapat mengganti penggunaan energi Fosil

Energi fosil yang bersumber dari minyak bumi, batu bara, dan bahan-bahan tambang lainnya yang bersifat dapat habis dan sulit diperbarui, dianggap tidak ramah lingkungan serta mengancam keberlangsungan bumi ke depannya. Ridwan Jamaludin sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM menyampaikan bahwa Potensi Nuklir Indonesia besar,l dan dalam jangka waktu ke depan bisa menggantikan energi fosil yang tidak bisa bertahan lama ini. Bagaimana penjelasannya? Yuk. Kita bahas.

Energi fosil yang mungkin bisa habis dalam puluhan tahun ke depan, manusia mulai memutar otak untuk mencari energi pengganti fosil seperti energi surya dan energi angin. Sayangnya, energi surya pun masih sangat bergantung pada cuaca sehingga tidak bisa diandalkan setiap saat. Begitu pun energi angin.

Ridwan Jamaludin menganggap pengembangan energi nuklir harus dilakukan dengan lebih cepat dan maksimal. Mengingat energi fosil yang jumlahnya semakin terbatas dan mungkin tidak bisa memenuhi kebutuhan energi kita kedepannya.

Potensi nuklir Indonesia besar : Pemanfaatan dalam beberapa aspek

Ilustrasi pemanfaatan energi nuklir. Foto: Pinterest

Energi nuklir ini bisa bermanfaat bagi berbagai aspek. Cukup kuat, meski memang efek kekuatannya sangat besar dan beresiko jika ditempatkan di lokasi yang padat penduduk. Namun beberapa negara besar dan canggih sudah banyak yang bergantung pada energi nuklir ini.

Dikutip dari Liputan6.com, Ridwan juga menyampaikan untuk saat ini ada tiga aspek yang bisa memanfaatkan energi nuklir sebagai sumber energinya. Yakni dalam sektor energi listrik, kesehatan, hingga dalam sektor pertahanan yang menjadi sektor strategis.

Untuk industri pertahanan pemanfaatan energi nuklir dapat diterapkan pada teknologi anti radar, senjata laser dan peluru. Untuk sektor kesehatan pengaplikasian energi nuklir dapat diterapkan pada kesehatan pendeteksi kanker. Sedangkan pada sektor energi listrik dapat diterapkan pada pembangkit dan penyimpan listrik. Hingga bisa dimanfaatkan pada pengembangan tenaga kendaraan bermotor listrik.

Energi mineral masih menjadi topik hangat

Selain energi nuklir, energi mineral juga masih relevan dan sesuai jika ingin dipertimbangkan sebagai pengganti energi berbasis fosil seperti batubara dan minyak bumi.

Sayangnya, cadangan mineral dalam bumi pun cukup terbatas dan bersifat dapat habis. Sebagaimana yang juga terjadi pada energi nuklir. Kemudian keterbatasan sumber daya mineral juga menjadi penghalang. Mungkin untuk beberapa negara dengan kekayaan mineral tinggi seperti Indonesia dan Afghanistan hal ini tidak masalah. Bagaimana dengan negara-negara lainnya?

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button