Privilege dan kesuksesan, apakah dengan privilege segalanya lebih mudah?

Privilege seseorang yang berasal dari dirinya sendiri atau orang tua biasa dianggap oleh kebanyakan orang sebagai cara mudah untuk menggapai kesuksesan. Singkatnya, jika memiliki privilege kita akan lebih mudah sukses dan menggapai apa yang diinginkan. Tapi apakah benar bahwa hubungan privilege dan kesuksesan seperti itu?

Privilege dan kesuksesan memang tidak bisa dipisahkan. Salah satu kasus serupa yang sering diperbincangkan di ranah publik adalah kesuksesan Maudy Ayunda yang dianggap karena ‘privilege’ semata. Sukses sebagai artis, kuliah di luar negeri, dan menjadi tokoh publik adalah bagian dari keuntungan yang didapatkannya dari privilege. Benarkah demikian hubungan privilege dan kesuksesan?

Privilege membuat peluang sukses lebih besar

Privilege dan kesuksesan
Maudy Ayunda. Foto: Pinterest

Apakah semua orang yang memiliki privilege akan sukses? Tidak. Tapi dengan memiliki privilege, peluang sukses yang ingin dicapai tentu akan lebih besar.

Begitu pula yang kiranya terjadi pada Maudy Ayunda. Tidak bisa dipungkiri bahwa  privilege yang dimilikinya sangat membantu Maudy untuk berada di titik kesuksesan yang bisa dicapainya saat ini.

Untuk bersekolah di sekolah internasional dengan biaya yang tidak sedikit, tentu saja sekedar cerdas saja tidak cukup. Pendidikan perlu bayaran bukan? Dari sinilah dapat kita tahu bahwa Maudy bukan orang sembarangan. Dapat berada disana dengan fasilitas yang memadai, kehidupan yang layak dan gizi yang cukup merupakan suatu nilai lebih yang tidak dimiliki setiap orang.

Tapi, bukan berarti Maudy hanya mengandalkan privilege. Maudy tetap lah wanita cantik dengan segudang prestasi dan kecerdasan yang luar biasa. Multitalenta, dan memiliki kemampuan sehingga dianggap “pantas” untuk berada di posisinya saat ini.

Memiliki privilege sering dianggap tidak adil

Banyak sekali orang yang berkata, “pantes sukses, anaknya orang kaya”. Apakah merasa tidak adil karena tidak memiliki privilege seperti mereka? Lantas apakah mereka salah karena memiliki privilege ini di hidup mereka?

Kalau difikirkan, memang sedikit tidak adil. Mereka yang memiliki privilege seakan memiliki jalan yang lebih mudah dalam segala hal. Sebaliknya, tanpa privilege kita membutuhkan effort yang lebih besar.

Mungkin di luar sana ada banyak anak Indonesia dengan kecerdasan seperti Maudy Ayunda yang tidak berkesempatan kuliah di luar negeri. Bukan karena tidak ingin. Mungkin keadaan yang mencegah mereka. Ya, untuk berkuliah di dalam negeri saja mereka membutuhkan beasiswa dan banyak kerja sampingan. Lantas bagaimana untuk kuliah di luar negeri dengan biaya hidup yang cukup besar?

Hanya, beasiswa untuk kuliah di luar negeri, juga banyak, lho… Soalnya banyak negara maju yang perlu melakukan berbagai riset, tapi tak banyak generasi muda mereka yang mau bersusah payah berkutet dengan riset. Maka opsinya ya mencari anak muda negara lain yang masih mau mengerjakan.

Pemerintah kita pun banyak menyekolahkan kaum muda ke luar negeri dengan beasiswa. Jadi kalau mau gigih berusaha, tidak ada kata tidak bisa.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button